Fenomena Langka, Lapan Ungkap Puncak Hujan Meteor Arietid Terjadi Senin 7 Juni 202 Hari Ini

- Senin, 7 Juni 2021 | 15:09 WIB
Ilustrasi hujan meteor. /Pexels
Ilustrasi hujan meteor. /Pexels

Selanjutnya, ia mengatakan waktu terbaik untuk melihatnya yaitu sesaat sebelum matahari terbenam. Kamu dapat melihat ke timur, tepat di atas tempat Matahari terbit.

Sementara itu, Situs Express mengungkapkan, para ahli tidak yakin sumber meteor tersebut.

Akan tetapi, hujan meteor tersebut akan berasal dari komet atau asteroid yang mengorbit matahari yang meninggalkan jejak puing saat melakukannya.

''Tidak ada yang yakin dari mana meteoroid Arietid berasal, walaupun beberapa astronom menduga itu merupakan puing-puing dari asteroid 1566 Icarus yang sedang berjemur,'' demikian keterangan peneliti.

Kendati begitu, para ahli mengatakan ada kemungkinan lain yaitu bahwa Arietid berasal dari pecahnya komet raksasa ribuan tahun yang lalu.

Pada tahun lalu, hujan meteor juga sempat terjadi namun dikenal sebagai hujan meteor perseid yang biasa terjadi antara 17 Juli hingga 24 Agustus setiap tahun.

Peneliti astronomi dan astrofisika pada Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) Rhorom Priyatikanto mengatakan, puncak hujan meteor perseid terjadi tanggal 11 Agustus.

Bahkan, pada puncaknya, bisa terlihat hingga 15 meteor per jam bila dilihat belahan bumi utara.

Rhorom menuturkan bila diamati di daerah ekuator, intensitas hujan meteor jauh lebih rendah.

Hujan meteor tersebut terjadi ketika Bumi melewati jejak komet Swift-Tuttle yang banyak berisikan debu dan kerikil antariksa.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

China Rilis Penampakan Foto Lengkap Planet Mars

Jumat, 11 Juni 2021 | 17:33 WIB

Awas, Suhu Panas Bumi akan Melampui Batas

Senin, 31 Mei 2021 | 10:14 WIB
X