USM dan Kemenkumham Jawa Tengah Beri Penyuluhan Hukum Tentang Sengketa Waris

- Rabu, 8 Februari 2023 | 00:39 WIB
Pemateri penyuluhan hukum untuk masyarakat tak mampu di kelurahan Jangli (Ist)
Pemateri penyuluhan hukum untuk masyarakat tak mampu di kelurahan Jangli (Ist)

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Untuk memberikan pemahaman pada masyarakat tentang hukum sengketa waris, Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Semarang (BKBH FH USM) bekerja sama dengan Kemenkumham Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan penyuluhan hukum.

Penyuluhan ini diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu di Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Penyuluhan diselenggarakan pada Selasa, 7 Februari 2023.

Kegiatan dengan tema “Sosialisasi Penyelesaian Sengketa Waris dan Bantuan Hukum Bagi Masyarakat yang Tidak Mampu di Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang” diikuti 30 peserta. 

Baca Juga: Peringatan Satu Abad NU. Jokowi: Momentum Kebangkitan NU untuk Memperkokoh Keislaman dan Keindonesiaan

Penyuluhan dilaksanakan di Balai Kelurahan Jangli, Jalan Jangli Gebeng No 1 Tembalang Kota Semarang dengan dihadiri pula Babinsa dan Babin Kamtibmas Kelurahan Jangli.

Penyuluhan tersebut dilakukan atas permintaan Lurah Janglli, Maria Teresia Takndare SE. Menurut Theresia, tema yang diangkat sangat cocok karena di Kelurahan Jangli terdapat permasalahan-permasalahan hukum terkait waris.

''Guna memberikan pencerahan hukum bagi masyarakat, diselenggarakan penyuluhan dengan mengundang narasumber dari BKBH FH USM,'' ungkap Theresia saat membuka acara tersebut.

Ketua BKBH FH USM Dr Tri Mulyani, SPd SH MH memberikan materi tentang “Bantuan Hukum bagi Masyarakat Tidak Mampu''. 

Dalam paparannya, Tri Mulyani mengatakan, negara hadir memenuhi kewajibannya kepada masyarakat, salah satunya dalam bidang hukum yaitu memberikan akses keadilan bagi masyarakat tidak mampu dengan memberikan bantuan hukum gratis. 

''Tanggung jawab pemerintah ini merupakan amanat konstitusi negara yaitu Equality Before The Law (perlakuan yang sama di hadapan hukum),'' kata Tri Mulyani.

Menurut Tri Mulyani, tidak hanya orang yang mampu yang dapat mengakses keadilan, masyarakat yang tidak mampu juga sekarang dapat mengakses keadilan. 

':Negara berusaha menghapus stigma yang melekat di masyarakat bahwa hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Semua di hadapan hukum sama,'' ungkapnya.

Baca Juga: Gelar Workshop Pengembangan Direktur Teknik Asprov, PSSI Yakin 10 - 15 Tahun Timnas Indonesia Berjaya di Asia

Sedangkan narasumber kedua, Agus Saiful Abib, SH MH membawakan materi bertema “Sosialisasi Penyelesaian Sengketa Waris”. 

Menurut Agus, di Kelurahan Jangli cukup banyak permasalahan waris. ''Dengan adanya sosialisasi mengenai waris ini dapat tepat sasaran dan bermanfaat bagi warga masyarakat Kelurahan Jangli,'' tandasnya.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X