Dinkes Kota Semarang Sebut Fogging Tak Efektif Berantas Nyamuk DBD, Lebih Baik Pakai Periksa Jentik

- Senin, 9 Agustus 2021 | 10:56 WIB
Ilustrasi Nyamuk DBD.* /PIXABAY
Ilustrasi Nyamuk DBD.* /PIXABAY

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Gebrakan yang dilakukan oleh Pemkot Semarang, dengan memeriksa jentik nyamuk di seluruh rumah milik warga Kota Semarang mendapat hasil menggembirakan.

Periksa jentik nyamuk demam berdarah (DBD) di rumah dilakukan oleh ibu-ibu PKK seluruh Kota Semarang setiap dua minggu sekali.

Hal ini sudah berjalan cukup lama, dimana setiap satu RT di wilayah kota Semarang, ibu-ibu PKKnya melakukan pemeriksaan jentik nyamuk di rumah semua warga.

Baca Juga: Penempatan Pedagang Pasar Johar Semarang Dalam Proses Verifikasi, Diperindag Ungkap Kendalanya

Hasil yang menggembirakan, angka kasus demam berdarah di Kota Semarang pada saat ini mengalami penurunan bila dibandingkan dengan angka demam berdarah pada tahun 2020.

Hal tersebut, dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam di Balaikota Semarang, kemarin.

Dijelaskan Abdul Hakam, angka penurunan kasus demam berdarah, karena Pemkot kini telah melakukan sistem koordinasi yang intensif dalam penanganan demam berdarah.

Baca Juga: Pembunuh Wanita Muda di Semarang Ternyata Juga Melakukan Pencurian Dengan Kekerasan di Wonosobo

Sistem tersebut, kata Hamka, dengan sistem ''Bersama Menanggulang Demam Berdarah'', ini sangat efektif karena bersama masyarakat, memberantas demam berdarah.

Menurut Hamka, pembrantasan nyamuk dengan sistem fogging atau penyemprotan dinilai tidak efektif, karena penyemprotan dilakukan saat nyamuk sudah ada.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: KKB dan KKSB

Tags

Terkini

X