Tanpa Izin, Enam Rumah Milik Pengembang di Gunungpati Disegel Satpol PP Kota Semarang

- Sabtu, 19 November 2022 | 11:25 WIB
Bangunan rumah tak berizin di Kecamatan Gunungpati yang disegel Satpol PP Kota Semarang. /Humas Satpol PP Kota Semarang/
Bangunan rumah tak berizin di Kecamatan Gunungpati yang disegel Satpol PP Kota Semarang. /Humas Satpol PP Kota Semarang/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Enam bangunan rumah tanpa izin di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang disegel, Satpol PP pada Jumat, 18 November 2022.

Rumah-rumah yang disegel tersebut merupakan milik pengembang Perumahan Akhtara Kaina, yang empat di antaranya berada di Kelurahan Patemon, dan dua rumah di Kelurahan Kalisegoro.

Kepala Bidang PPUD Satpol PP Kota Semarang, Wisnugroho mengatakan, penyegelan ditandai dengan pemasangan pita larangan melintas dan stiker segel.

Baca Juga: Erick Thohir Puji Kinerja Holding Ultra Mikro Mampu Menaikkan Layanan Keuangan Kepada Nasabah

''Penyegelan ini dilakukan setelah adanya instruksi dari Plt Walikota Semarang. Sebelum disegel ada klarifikasi dan berita acara pemeriksaan,'' jelas Wisnu kepada wartawan usai melakukan penyegelan.

Menurut dia, rumah-rumah yang disegel itu tidak dilengkapi dengan Izin mendirikan bangunan (IMB), sehingga jelas melanggar Perda Kota Semarang No 5 tahun 2009.

''Kalau tidak berizin tentunya melanggar aturan, dan bisa diduga berdiri di lahan yang bisa menyebabkan banjir,'' tegasnya.

Baca Juga: Kudus Diterjang Angin Kencang saat Hujan Deras, Belasan Pohon di Tepi Jalan Tumbang

Wisnu meminta, kepada para pengembang agar patuh pada perda, lantaran keselamatan lingkungan juga penting disamping mencari keuntungan.

Sementara itu pihak Pengembang Perumahan Akthara Kaina, Heru Prasetyo, mengakui pihaknya salah dalam membangun perumahan.

Meski demikian, Heru mengklaim, telah mengajukan perizinan, namun sedang berproses dan hingga kini belum selesai.

Baca Juga: Kasus Perselingkuhan Bidan Puskesmas Kian Panas, Kini Suami Balas Laporkan Balik Istrinya ke Polres Purworejo

''Setelah ini, segera saya selesaikan perizinan. Belum ada Izin mendirikan bangunan dan keterangan rencana kota. Tapi sudah ada nomor agenda izin,'' bebernya.

Selain itu, Heru juga berdalih, pihaknya selama ini hanya menyediakan tanah kavling.

''Jika membangun rumah, hanya berdasar permintaan pembeli kavling,'' jelasnya.***

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X