Tujuh Bangunan Liar Dikeluhkan Warga, Dibongkar Satpol PP Kota Semarang

- Senin, 14 November 2022 | 21:04 WIB
Petugas Satpol PP Kota Semarang menggunakan alat berat untuk membongkar bangunan liar di Jalan Afa Raya, Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Senin, 14 November 2022. /Dok Istimewa/
Petugas Satpol PP Kota Semarang menggunakan alat berat untuk membongkar bangunan liar di Jalan Afa Raya, Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Senin, 14 November 2022. /Dok Istimewa/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Sebanyak tujuh bangunan liar di Jalan Afa Raya RT 4/RW 17 Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, dirobohkan Satpol PP Kota Semarang, Senin, 14 November 2022.

Perobohan bangunan liar yang tepatnya berada di pertigaan Jalan Klipang Raya dengan Jalan Afa Raya itu, dipimpin langsung Sekretaris Satpol PP Kota Semarang, Marthen Da Costa, menggunakan alat berat.

Saat bangunan liar itu dirobohkan, petugas Satpol PP sempat dihalang-halangi warga yang diduga salah satu pemiliknya.

Baca Juga: Bidan Selingkuh dengan Oknum Polisi di Purworejo Dilaporkan Suaminya ke BKPSDM, Kini Menunggu Proses Sanksi

Namun, petugas tetap melakukan eksekusi untuk merobohkan bangunan liar tersebut, yang di antaranya terdiri dari usaha cukur rambut, toko sembako, dan lain sebagainya.

Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kota Semarang, Yoga Utoyo mengatakan, pembongkaran bagunan liar itu dilakukan, karena adanya pengaduan dari masyarakat.

Menurut Yoga, sebelum dilakukan pembongkaran, Ketua RT dan Ketua RW setempat melaporkan kepada Satpol PP atas adanya bangunan liar, dan meminta untuk dilakukan pembongkaran.

Baca Juga: Bus AKAP Terguling Timpa Minibus di Jalan Sragen ke Ngawi, Lima Orang Mengalami Luka

''Jadi memang ada aduan dari masyarakat. Tujuh bangunan kios ini berdiri di atas saluran air dan tanah fasilitas umum. Ini yang menyebabkan banjir perumahan sekitar,'' papar Yoga, usai perobohan bangunan liar itu.

Ia memastikan, jika bangunan yang dirobohkan memang liar dan tidak memiliki izin, bahkan didirikan di atas saluran air.

Salah seorang pegawai toko sembako, Sofyan mengaku tidak tahu menahu akan adanya perobohan bangunan mililknya yang dinilai liar.

Baca Juga: Sambut KTT G20 di Bali, Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang Siap Operasional 24 Jam

''Katanya mau ada perundingan, soalnya mau dipindah ke tanah kosong yang belum jelas milik siapa, dan kita akan dipindah ke sana. Mau rundingan, kok tiba-tiba ada penggusuran,'' ungkapnya.

Sofyan mengatakan, meski belum sempat melakukan perundingan, telah mendapat surat pemberitahuan pembongkaran sebanyak tiga kali yang dilayangkan dari Kelurahan Sendangmulyo.

''Setelah tiga kali pemberitahuan katanya mau dirundingkan, malah tidak ada perundingan, langsung dibongkar,'' ungkapnya.***

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X