Upaya Tekan Inflasi, Pemkot Semarang Gelar Operasi Pasar di Tujuh Kelurahan

- Jumat, 11 November 2022 | 21:18 WIB
PlT Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, saat berkunjung ke tempat operasi pasar. /Dok Istimewa/
PlT Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, saat berkunjung ke tempat operasi pasar. /Dok Istimewa/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang, menggelar operasi pasar tahun 2022 yang dibuka Plt Wali Kota, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Ita, sapaan akrab Plt Wali Kota Semarang, membuka operasi pasar itu Kelurahan Rejosari pada Jumat, 11 November 2022.

Operasi pasar itu dilakukan di tujuh kelurahan yang memiliki jumlah data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) tertinggi yaitu, Kelurahan Rejosari, Kemijen, Tanjung Mas, Bandarharjo, Tandang, Muktiharjo Kidul, dan Jomblang.

Baca Juga: Disiapkan Hadiah Khusus yang Memecahkan Rekor Eduardus Nabunome di Borobudur Marathon 2022

Dalam operasi pasar di Kelurahan Rejosari, Plt Wali Kota Semarang membagikan 342 paket sembako bagi penerima manfaat, sesuai dengan DTKS.

Nantinya di tujuh Kelurahan ini, dengan menggunakan data DTKS, total sembako yang dibagikan ada sekitar 1.900-an paket.

''Memang yang dituju adalah masyarakat sesuai dengan DTKS agar bisa tepat sasaran.

Baca Juga: BRI Gunakan Data untuk Memetakan Layanan Keuangan yang Paling Sesuai Bagi Pelaku Usaha Mikro dan Ultra Mikro

Program ini juga menjadi salah satu upaya Pemkot untuk menekan inflasi, imbas dari kenaikan harga BBM," kata Ita, usai membuka Operasi Pasar di halaman Kantor Kelurahan Rejosari.

Nantinya, kata Ita, setelah tujuh kelurahan selesai, Pemkot akan mendata lagi untuk melakukan operasi pasar di Kelurahan lainnya di Kota Semarang.

''Tidak hanya operasi pasar, kita juga menggandeng stakeholder lainnya seperti Pertamina, Bulog, Bank Jateng, dan beberapa OPD untuk menggelar bazar dengan harga murah.

Baca Juga: Belum Habis Polisi Selingkuh di Purworejo, Kini Muncul Kasus Sama Diduga Dilakukan Bripka AS

Diharapkan, masyarakat yang tidak mendapat paket sembako, tetap bisa mendapatkan sembako dengan harga yang miring,'' tuturnya.

Menurutnya, beberapa OPD yang ikut terlibat dalam operasi pasar ini seperti Dinas Kesehatan dengan pelayanan vaksinasi dan cek kesehatan gratis, Disdukcapil, Dinas Arsip, Dinas Koperasi dan UMKM, Disdalduk KB, dan beberapa dinas lainnya.

Harapannya, jelas Ita, dengan melakukan pelayanan jemput bola seperti ini masyarakat bisa mendapatkan informasi penting tanpa harus datang langsung ke kantor Dinas.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X