Anggotanya Dilantik Sebagai Advokat. Kairul Anwar Ingatkan Ini ke Mereka

- Rabu, 9 November 2022 | 23:22 WIB
Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah sedang mengambil sumpah 323 advokat Peradi Jawa Tengah  (Didik SP)
Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah sedang mengambil sumpah 323 advokat Peradi Jawa Tengah (Didik SP)

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com – Ketua DPC Peradi Kota Semarang, Kairul Anwar SH MH mengingatkan advokat, khususnya dari Peradi Kota Semarang, yang baru dilatik oleh ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah untuk segera memahami kode etik advokat.

Berbicara di sela-sela Pengangkatan dan pengambilan sumpah advokat Peradi Jawa Tengah di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, menurut Kairul, memahami, mengerti dan mendalami kode etik dalam menjalankan tugas. Itu, lanjut Kairul, amat penting.

Sebanyak 100-an advokat Kota Semarang, Rabu, 09 Nopember 2022 ikut bersama 323 advokat Jawa Tengah lainnya yang ikut diangkat dan diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, H Charis Mardiyanto SH MH.

Baca Juga: Mengambil Sumpah 323 Advokat Peradi, Termasuk KGPAA Mangkunegara X, Ketua PT Jateng: Harus Profesional!

Pengangkatan dan pengambilan sumpah advokat ini dilakukan di aula Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, jalan Pahlawan Semarang. 

‘’Setelah dilantik ini, mereka sudah menjadi aparat penegak hukum. Maka, mereka harus cepat memahami, mendalami dan paham betul apa itu kode etik profesi advokat dalam menjalankan tugasnya,’’ kata Kairul.

Kairul kemudian mengingatkan kepada para advokat yang baru diangkat, bahwa pemahaman kode etik ini bisa menghindarkan seorang advokat dalam lubang pelanggaran.

Ia mengatakan, banyak advokat yang akhirnya tersandung masalah karena ketidakpahaman mereka terhadap kode etik.

Peradi, kata Ketua KAD AntiKorupsi Jateng itu, memang memberikan perlindungan maksimal kepada para advokat yang bermasalah dengan hukum. Namun, lanjutnya, Peradi juga memberikan punisment terhadap pelanggaran kode etik advokat.

Baca Juga: Terpilih Ketua Umum DPC Peradi Kota Semarang, Kairul Anwar Mengajak Jadikan Semarang Bersahabat dengan Advokat

Setiap pelanggaran, sanksinya bisa berupa teguran, peringatan, penonaktifan sementara hingga pencabutan lisensi atau pembekuan.

Lebih lanjut Kairul mengatakan, pengangkatan seorang advokat semacam ini hanya langkah awal dari karier seorang pengacara.

Oleh karenanya, kata pria yang juga Dosen USM Semarang itu, mereka harus terus belajar untuk mematangkan kemampuan profesinya sebagai advokat, sehingga tidak sampai salah dalam menjalankan profesinya.

‘’Silahkan terus belajar, terutama banyak bertanya dengan para senior yang lebih dahulu berpraktek maupun yang sudah banyak menghadapi perkara, sehingga memperkaya pengetahuan menghadapi kasus,’’ kata Kairul lagi.

Baca Juga: Silaturahim ke Hendi, Kairul Dipesan Bawa Peradi Lebih Baik Lagi

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X