Buruh Gelar Aksi di Depan Kantor Ganjar saat Hujan Deras, Tuntut Kenaikan Upah Minimum

- Jumat, 4 November 2022 | 22:35 WIB
Para buruh melakukan aksi menuntut kenaikan upah di depan kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, saat hujan deras pada Jumat sore, 4 November 2022. /Dok Istimewa/
Para buruh melakukan aksi menuntut kenaikan upah di depan kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, saat hujan deras pada Jumat sore, 4 November 2022. /Dok Istimewa/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Puluhan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI) menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Jumat sore, 4 November 2022.

Meski sedang hujan deras, tak menyurutkan semangat mereka untuk menuntut kenaikan upah minium 13 persen, dengan meminta Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, agar tidak memakai PP No 36 sebagai dasar penetapan upah minimum.

Mereka berbaris di depan pintu gerbang kantor Gubernur Jateng yang ditutup saat melakukan aksinya, sambil melindungi diri dari derasnya air hujan menggunakan payung dan jas hujan.

Baca Juga: Kasus Covid 19 di Jateng Naik Lagi, Ganjar Tegaskan: Jangan Sepelekan Varian Baru Omicron XBB!

Sejumlah Polwan, juga terlihat berjaga di depan pintu gerbang kantor Gubernur Jateng untuk melakukan pengamanan di tengah derasnya hujan.

Massa buruh pun tak sampai menerobos masuk ke pintu gerbang, karena polisi sebelumnya sudah memasang barier kawat berduri.

Baca Juga: Polda Jateng Bekuk Dua Komplotan Maling Bermodus Pecah Kaca Mobil, Sasarannya Nasabah Bank

 Koordinator aksi, Sumarno mengatakan, aksi para buruh membawa tiga tuntutan, yaitu pertama agar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, tak menggunakan PP Nomor 36 Tahun 2021 sebagai dasar penentuan upah.

''Mendesak kenaikan upah minimum 2023 mengacu pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi, naikkan upah minimum tahun 2023 sebesar 13 persen,'' jelasnya.

Baca Juga: Dikritik Anggota Dewan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Beri Jawaban lewat Akun TikTok

Menurutnya, jika Jateng masih menggunakan PP 36 sebagai acuan, akan membuat upah minimum semakin tertinggal, padahal merupakan yang terendah se-Indonesia.

''Untuk mencukupi kebutuhan pokok saja akan kurang, karena kenaikan upahnya di bawah kenaikan inflasi yang saat ini mencapai 6,4 persen,'' serunya.***

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X