WNI Asal Semarang Jadi Korban Penembakan Brutal di Texas AS, KJRI Houston Bantu Pemulangan Jenazah

- Selasa, 11 Oktober 2022 | 11:29 WIB
Novita Kurnia Putri, korban penembakan brutal di Texas, Amerika Serikat. /Dok Facebook Novita/
Novita Kurnia Putri, korban penembakan brutal di Texas, Amerika Serikat. /Dok Facebook Novita/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - WNI asal Semarang, Novita Kurnia Putri (25), tewas jadi korban penembakan salah sasaran yang dilakukan dua remaja di Texas, Amerika Serikat.

Peristiwa penembakan itu terjadi pada Selasa, 4 Oktober 2022 lalu sekira pukul 00.30 waktu setempat di rumahnya di San Antonio Texas, Amerika Serikat .

Dilaporkan media The Sun dan People, saat terjadi penembakan, Novita sedang bekerja dengan komputer di kamar tidurnya, dan tewas akibat luka tembak di bagian kepalanya.

Baca Juga: Hendi Dilantik Presiden Jokowi Jadi Kepala LKPP, Ita Otomatis Plt Wali Kota Semarang Tanpa Seremoni

Belakangan, polisi setempat menyebut Novita merupakan korban salah saasaran, sedang pelaku penembakan brutal merupakan remaja yang melakukan pencurian mobil.

Polisi menyebut, dua remaja berusia 14 dan 15 tahun yang terlibat pencurian itu melakukan penembakan di rumah yang salah di area rumah Novita.

Peristiwa itu, bermula ketika kedua remaja itu mengendarai mobil curian di kawasan Bald Mountain Drive, kemudian melepaskan tembakan ke arah rumah Novita.

Baca Juga: Buntut Tragedi Kanjuruhan, Akhirnya Kapolri Copot Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta

Sheriff Bexar County, Javier Salazar menyebut, lebih dari 100 peluru yang ditembakkan pelaku ke rumah Novita, terbukti ditemukannya 100 selongsong peluru di lokasi.

''Kami yakin para tersangka ini datang ke lokasi, dan melakukan penembakan sambil berkendara,'' ungkap Salazar.

Polisi lalu melakukan pengejaran, saat menemukan mobil curian yang dikendarai pelaku di sepanjang Jalan Raya 90, sehingga terjadi aksi kejar-kejaran berlanjut di dekat Acme Road.

Baca Juga: Bikin Konten Horor di Rumah Kosong, Sepuluh YouTuber Dilaporkan ke Polda Jabar

Kedua remaja pencuri mobil itu pun tertangkap, dan berikutnya polisi juga menangkap tiga remaja lain yang diduga terlibat kasus tersebut.

''Masalahnya jelas anak-anak berusia 14-15 tahun melakukan penembakan di tengah malam. Mereka menembaki rumah yang salah, dan seorang wanita berusia 25 tahun kehilangan nyawanya,'' papar Salazar.

Dalam peristiwa ini, KJRI Houston membantu memfasilitasi pemulangan jenazah Novita ke Indonesia, dengan menerbitkan Certificate of Death oleh insansi terkait dan berkoordinasi dengan Kemlu untuk pemulangan jenazah Novita ke Semarang.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X