Diduga Menipu Jual Beli Tanah, Kakek Berusia 64 Tahun Dijebloskan Tahanan Polsek Gunungpati Semarang

- Senin, 2 Agustus 2021 | 06:44 WIB
Ilustrasi  seorang kakek berada di dalam tahanan. /Pixabay
Ilustrasi seorang kakek berada di dalam tahanan. /Pixabay

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Seorang kakek bernama Suryadi (64) warga Pakintelan RT 5 RW 5, Gunungpati dijebloskan tahanan Polsek Gunungpati, Semarang.

Pria lanjut usia ini dituduh membatalkan dan menggelapkan uang tanda jadi jual beli tanah seluas 2300 meter persegi kepada S sebagai pembeli di wilayah Mangunsari Gunungpati.

Penasehat hukum Suryadi, Yohanes Sugiwiyarno mengatakan permasalahan bermula jual beli tanah. Namun harga yang disepakati antara penjual dan pembeli tidak ada kecocokan.

Baca Juga: Disperkim Semarang Minta Pengembang Diminta Serahkan Lahan 2 Persen dari Jumlah Lahan untuk Makam

"Penjual mintanya Rp 900 ribu per meter persegi. Tapi pembeli mintanya Rp 900 juta secara keseluruhan.Jika dihitung selisihnya hampir Rp 1,4 miliar dan terjadi perselisihan," kata Yohanes Suwiyarno, Minggu, 1 Agustus 2021.

Dia menyebut sebelum adanya kesepakatan harga, antara penjual dan pembeli belum pernah bertemu. Jual beli itu, dijembatani oleh makelar yang berinisial MD.

"Saat itu Suryadi tidak pernah bertemu dan tawar menawar langsung calon pembeli. Makelar itu mendatangi rumah Suryadi menawar tanah miliknya yang rencanaya akan dibangun gedung haji," ujarnya.

Baca Juga: Perlintasan Tanpa Palang di Cilosari Semarang Telan Korban, Pengayuh Sepeda Ontel Tewas Diterjang Kereta Api

Menurut Yohanes, pertama kali Suryadi menawarkan tanahnya tersebut Rp 1 juta per meter persegi yang disaksikan anak istrinya.

Namun karena akan dibangun gedung haji tersangka menurunkan harga menjadi Rp 900 ribu per meter persegi dengan niatan ibadah.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pengacara, Polsek Gunungpati

Tags

Terkini

X