BOR ICU di Kota Semarang Terhitung Masih Tinggi, Hendi: Pasien ICU Butuh Perawatan Lebih Lama

- Jumat, 30 Juli 2021 | 15:47 WIB
Walikota Semarang Hendrar Prihadi berjabat tangan dengan saling mempertemukan kepalan tangan saat bertemu warga yang ikut vaksinasi. /Humas Pemkot Semarang/
Walikota Semarang Hendrar Prihadi berjabat tangan dengan saling mempertemukan kepalan tangan saat bertemu warga yang ikut vaksinasi. /Humas Pemkot Semarang/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, hingga saat ini BOR (Bed Occupancy Rate) ICU pada rumah sakit di ibu kota Jawa Tengah ini masih terhitung tinggi.

Menurut dia, hal itu karena penanganan pasien Covid-19 di ICU lebih lama dibandingkan yang dalam perawatan biasa.

Selain itu, katanya lagi, ada juga antrian pasien yang memang sebelumnya belum tertangani di ICU.

Baca Juga: Cita Citata Nyanyikan Lagu Berbahasa Inggris, Netizen Meledek: Nyanyi Dangdut Saja, Jangan Maksain

"Hanya memang tingkat keterisian di ICU-nya masih sangat tinggi. Catatan kami di angka 91,4%. Beberapa rumah sakit punya sisa ICU satu dua, ada juga yang penuh," tutur Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi.

Ia mengatakan, jika ingin menurunkan BOR ICU, satu-satunya cara dengan menambah jumlah ruang ICU sebanyak-banyaknya.

''Namun hal itu tentu saja tidak mudah, karena tidak seperti membangun ruang perawatan biasa," tambahnya.

Baca Juga: Lockdown Tak Menyelesaikan Masalah, Jokowi: Baru PPKM Saja Sudah Minta untuk Dibuka

Meskipun begitu, Hendi menegaskan, penambahan ICU di Kota Semarang tersebut telah diupayakan.

Salah satunya, ia memberikan contoh rumah sakit milik Pemerintah Kota Semarang sudah meningkatkan jumlah ICU.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X