Jangan Takut Divaksin Covid-19, Apalagi Lansia! dr Abdul Hakam: Kalau Positif Banyak yang Tak Tertolong

- Kamis, 29 Juli 2021 | 19:38 WIB
Kadinkes Kota Semarang dr Abdul Hakam Sp.PD saat menjadi narasumber di di Bahtsul Masail Diniyah Pra Konferensi Cabang (Konfercab) di Aula PCNU Kota Semarang. /Humas Konfercab/
Kadinkes Kota Semarang dr Abdul Hakam Sp.PD saat menjadi narasumber di di Bahtsul Masail Diniyah Pra Konferensi Cabang (Konfercab) di Aula PCNU Kota Semarang. /Humas Konfercab/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Masih banyak masyarakat yang takut divaksin Covid-19, lantaran khawatir setelah itu terjadi efek samping.

Bahkan, yang lebih ekstrem berkembang isu orang setelah divaksin Covid-19 meninggal dunia.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinkes Kota Semarang dr Abdul Hakam, Sp.PD memberikan penjelasan saat menjadi narasumber di Bahtsul Masail Diniyah Pra Konferensi Cabang (Konfercab) di Aula Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang.

Baca Juga: Sopir Truk Ekspedisi Tercyduk Bawa Sabu Diringkus Tim Satreskrim Polres Grobogan, Ngakunya buat Doping

"Yang menyebabkan meninggal itu bukan vaksinnya, tapi karena orang itu sudah terpapar Covid-19 terlebih dahulu," kata Abdul Hakam, Rabu 28 Juli 2021.

Ia mengatakan, orang yang terkena Covid-19 itu paling jelas adalah batuk pilek. ''Apalagi kalau sudah tidak bisa mencium, 95 persen pasti positif (Covid-19)," sambungnya.

Abdul Hakam mengatakan, setiap orang yang akan divaksin Covid-19 harus dites kesehatan atau sudah melakukan isolasi terlebih dahulu.

Baca Juga: Tak Marah Dipulangkan Panitia ketika Ada Rhoma Irama, Inul: Udah Sering Kok, Soalnya Mereka Gak Mau

Hal ini, kata Abdul Hakam, untuk memastikan bahwa orang tersebut aman, dan siap untuk divaksin.

Abdul Hakam mencontohkan, kegiatan vaksinasi yang dilakukan di SMPN 1 Semarang, terdapat 12 anak yang tidak bisa divaksin karena positif Covid-19.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X