Kasus DBD Kota Semarang Terhitung Tinggi, Kemenkes Terapkan Program Penyebaran Nyamuk Wolbachia

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 20:23 WIB
Kota Semarang dipilih Kemenkes sebagai pilot project wolbachia untuk menekan kasus DBD yang terhitung tinggi. /Humas Pemkot Semarang/
Kota Semarang dipilih Kemenkes sebagai pilot project wolbachia untuk menekan kasus DBD yang terhitung tinggi. /Humas Pemkot Semarang/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Untuk menekan kasus penyakit Demam Nerdarah Dengue (DBD), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menerapkan program Wolbachia Ing Kota Semarang (Wingko Semarang).

Dalam program ini, Kota Semarang bakal disebar nyamuk yang sudah memiliki Wolbachia, bakteri alami 60 persen dari jenis serangga berasal dari Australia, yang sudah dilakukan penelitian mampu menekan kasus DBD.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, program wolbachia di Indonesia akan diterapkan di lima kota yang memiliki kasus DBD tertinggi.

Baca Juga: Ratusan Nelayan di Kaliwlingi Brebes Tiga Pekan Tak Melaut, Sulit Mendapatkan Solar Bersubsidi

''Kota Semarang dipilih untuk penerapan pilot project wolbachia, karena jadi salah satu kota dengan kasus DBD cukup tinggi di Indonesia,'' kata Maxi, usai memaparkan program wolbachia kepada jajaran Pemkot Semarang di Balaikota, Jumat 30 September 2022.

Menurut Maxi, pada tahun 2022 saja kasus DBD di Kota Semarang, tercatat mencapai 700 kasus.

''Jadi Pak Menteri perintahkan untuk mengimplementasikan kepada lima kota tertinggi di Indonesia, nanti juga akan ada di Kalimantan dan NTT,'' jelasnya.

Baca Juga: Pria di Jepara Ditangkap Polisi karena Perkosa Pelajar, Modusnya Ancam Sebarkan Foto Bugil Korban

Ia menjelaskan, berdasar hasil project yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Bantul, nyamuk dengan wolbachia ini bisa menekan turunnya kasus DBD hingga 73 persen.

Menurut dia, hal ini terbilang cukup signifikan, apalagi teknologi wolbachia ini bukan terbuat dari bahan kimia berbahaya, melainkan bahan alami yang ramah lingkungan bahkan manusia.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X