Tersangka Suap di MA Yosep Parera Serahkan Surat Pernyataan ke Kuasa Hukum, Begini Isinya

- Jumat, 30 September 2022 | 09:40 WIB
Kantor pengacara Yosep Parera di Semarang Indah yang sempat digeledah KPK terkait kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung. /Dok Istimewa/
Kantor pengacara Yosep Parera di Semarang Indah yang sempat digeledah KPK terkait kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung. /Dok Istimewa/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Kuasa Hukum Yosep Parera dalam perkara suap di Mahkamah Agung (MA), Luhut Sagala mengungkapkan isi surat kliennya yang diberikan saat ditahan KPK di Polda Metro Jaya.

Luhut Sagala yang juga Ketua DPC Peradi Kota Semarang menyebutkan, surat yang dititipkan kepadanya itu merupakan pernyataan dari Yosep Parera dalam perkara suap di MA, usai ditangkap KPK.

''Surat itu berisi pernyataan Yosep Parera, yang mengakui kesalahannya dalam kasus suap perkara di MA, ditandatangani langsung,'' jelas Luhut dalam keterangan kepada wartawan, Kamis, 29 September 2022.

Baca Juga: Pelatih Sementara Persis Solo Rasiman Puji Penampilan Kipernya, Gol Bukan karena Kesalahan Gianluca

Isi surat dari Yosep Parera yang merupakan pernyataannya dalam kasus suap di MA adalah sebagai berikut:

Jakarta, 28 September 2022
1. Saya bersalah saya siap dihukum seberat-beratnya.
2. Saya tidak kenal Hakim Agung karena yang saya kenal Desy.
3. Bahwa pembelaan saya nanti di pengadilan bukan tentang saya, tetapi tentang masyarakat yang susah mendapatkan keadilan dalam penegakan hukum dan keadilan sosial.

Baca Juga: Diduga Korsleting Listrik, Gudang Kertas di Kawasan Industri Terboyo Park Kota Semarang Terbakar

4. Saat suara kecil di kota kecil tidak dapat membuka mata, telinga, dan hari kita untuk Indonesia lebih baik, maka mungkin saya di utus Tuhan untuk membukanya di ranah Nasional agar didengat Presiden untuk melakukan pembenahan.
5. KPK tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan aparatur penegak hukum serta pemerintahan secara bersama dalam sebuah komitmen gentleman's agreement yang disepakati secara tertulis.

Baca Juga: Pengedar Uang Palsu Dibekuk Polres Sukoharjo Berikut Barang Bukti, Modusnya Transfer lewat BRI Link

6. Menghukum orang dan saling mencaci di rumah Indonesia tidak akan membuat Indonesia menjadi lebih baik karena berdasarkan pengalaman saya, yang bersalah justru susah untuk tersentuh.
7. Tunggu pembelaan saya di pengadilan tentang substansi hukum, sistem birokrasi dan budaya masyarakat yang saling mempengaruhi buruknya penegakan hukum dan keadilan sosial di Indonesia agar Indonesia menjadi lebih baik.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X