Warga Semarang Bikin Jembatan untuk Pribadi, Pemkot Minta Dibongkar dan Bangun Sarana Prasarana yang Rusak

- Selasa, 6 September 2022 | 17:05 WIB
DPU Kota Semarang bersama jajaran DPRD meninjau jembatan yang dibangun warga untuk kepentingan pribadi di Pusponjolo, Semarang Barat. /Dok Istimewa/
DPU Kota Semarang bersama jajaran DPRD meninjau jembatan yang dibangun warga untuk kepentingan pribadi di Pusponjolo, Semarang Barat. /Dok Istimewa/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Jembatan yang dibangun salah satu warga Pusponjolo, Semarang Barat, guna kepentingan pribadi akhirnya diminta untuk dibongkar.

Tak cuma itu, bahkan warga tersebut juga diminta memperbaiki sarana dan prasarana di sekitarnya yang rusak, akibat pembangunan jembatan untuk kepentingan pribadi itu.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suriyati menegaskan, warga yang melanggar aturan tersebut, wajib melakukan penggantian dan perbaikan atas kerusakan yang telah diperbuat di lahan milik Pemkot.

Baca Juga: Pegawai Bapenda Kota Semarang Menhilang Belum Ketemu, Hendi Terima Informasi Menyukai Ritual Mistis

''Ini sudah jadi konsekuensinya, karena melanggar Perda. Kerusakan talud harus diperbaiki sesuai kondisi semula,'' jelas Atik, sapaan akrab Suriyati kepada wartawan saat meninjau jembatan itu bersama DPRD Kota Semarang, Senin, 5 September 2022.

Atik mengatakan, nantinya DPU akan mengeluarkan surat rekomendasi pembongkaran jembatan tersebut, karena telah melanggar Perda, sedang pembongkaran akan dilakukan oleh Satpol PP Kota Semarang.

Disebutkan, setiap gang di sepanjang Jalan Puspanjolo Timur sudah dibangun jembatan penghubung menuju Jalan Bojongsalaman, sehingga warga tidak perlu membangun jembatan pribadi di depan rumah mereka masing-masing.

Baca Juga: Ribuan Buruh Pengunjuk Rasa Bertahan di Gerbang DPR RI, Singgung Puan Maharani Dulu Nangis saat Harga BBM Naik

Warga yang bersangkutan, menurut Atik, memang sudah mengajukan izin kepada DPU untuk membangun jalan masuk, namun pihaknya tidak dapat mengeluarkan izin, karena pembangunan jalan masuk hanya diperbolehkan dari warga ke jalan.

Ia menambahkan, pembangunan jalan masuk yang dilakukan warga tersebut adalah, antara jalan ke jalan dengan cara menutup sungai.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X