Masyarakat Diimbau Tak Berikan Uang kepada PGOT, Sanksi Dendanya Rp1 Juta

- Rabu, 24 Agustus 2022 | 12:36 WIB
Satpol PP Kota Semarang merazia PGOT di salah satu wilayah pusat kota. /Dok Istimewa/
Satpol PP Kota Semarang merazia PGOT di salah satu wilayah pusat kota. /Dok Istimewa/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Pemkot (Pemerintah Kota) Semarang mengimbau, agar masyarakat tidak memberikan uang kepada para pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) di wilayahnya.

Kasatpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, saat ini Pemkot Semarang gencar melakukan razia untuk membersihkan PGOT, terutama yang ada di pusat kota.

''Jika masyarakat tertangkap basah memberikan uang kepada PGOT, akan dikenakan sanksi dengan denda Rp 1 juta dan kurungan tiga bulan,'' jelas Fajar, usai melakukan razia PGOT pada, Selasa, 23 Agustus 2022.

Baca Juga: Risiko Kematian Akibat Cacar Monyet Rendah, Tapi Penampilan Kulit dan Wajahmu Jadi Buruk Lho!

Menurut dia, sanksi denda itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2014 tentang PGOT dan Perda nomor 5 tahun 2017.

''Perda ini disosialisasikan Dinsos, lalu Satpol PP menegakkan Perda tersebut dengan mencari PGOT, manusia silver, badut dan lainnya untuk dibina,'' tegas Fajar.

Ia mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan penegakan Perda agar Kota Semarang bersih dari PGOT hingga pengamen jalanan yang berada di traffic light.

Baca Juga: Seorang Polisi Dikeroyok di Kawasan Kampung Kali Semarang, Dua Pelaku Diamankan

Disebutkan, bagi penjual koran yang biasa menjajakan koran di area traffic light tidak akan dipermasalahkan, selama memang orang tersebut benar-benar menjual koran.

''Kan banyak yang katanya jualan koran tapi minta-minta uang juga, kami imbau masyarakat kalau mau beli ya korannya saja kalau ujungnya minta-minta ya jangan diberi,'' harapnya.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X