Buktikan ke Pangkuan Ibu Pertiwi, Mantan Napiter Jadi Irup HUT RI di Sumur Adem Semarang

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:27 WIB
Pengibaran bendera Merah Putih dalam upacara HUT RI ke77 yang berlangsung khidmat diikuti tiga mantan Napiter di Kampung Sumur Adem, Kelurahan Bangetayu Kulon, Genuk, Kota Semarang pada Rabu, 17 Agustus 2022. /Dok Istimewa/
Pengibaran bendera Merah Putih dalam upacara HUT RI ke77 yang berlangsung khidmat diikuti tiga mantan Napiter di Kampung Sumur Adem, Kelurahan Bangetayu Kulon, Genuk, Kota Semarang pada Rabu, 17 Agustus 2022. /Dok Istimewa/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Upacara HUT Kemerdekan RI ke-77 yang digelar di Kampung Sumur Adem RW XI Kelurahan Bangetayu Kulon, Genuk, Kota Semarang pada Rabu 17 Agustus 2022, jadi berbeda dibanding lainnya.

Yang jadi pembeda, upacara yang diikuti warga dan remaja Karang Taruna setempat itu dipimpin mantan Napiter (Napi Teroris) Sri Pujimulyo Siswanto, didapuk menjadi Inspektur Upacara (Irup).

Puji, yang merupakan warga Sumur Adem, bukan sekadar Napiter kaleng-kaleng. Ia dua kali sempat mendekam di tahanan Nusa Kambangan, Mako Brimob, dan Lapas Kedungpane pada 2005 dan 2010, terkait kasus terorisme.

Baca Juga: Jadi Ajang Silaturahmi, Warga Perumahan Pesona Klipang Cluster Antusias Gelar Malam Tirakatan

Tak main-main, dalam kasus yang membuat Puji mendekam di penjara itu lantaran menyembunyikan tokoh teroris Noordin M Top dan Dr Azahari. Lalu, yang kedua juga menyembunyikan tokoh teroris lagi, Abu Tholut.

Tak cuma Puji yang dilibatkan dalam Upacara 17-an yang digelar warga Sumur Adem, tapi juga mantan Napiter lainnya yaitu Agung Bhumyarto yang kasusnya sama dengan Puji, dan Nur Afifudin yang pernah ditahan terkait kasus di Poso.

Agung dan Nur dilibatkan warga Sumur Adem, dengan diberi kesempatan menjadi petugas pembaca Pancasila dan UUD 1945.

Baca Juga: 16 Anggota Geng Motor Diamankan Polresta Banyumas, Ulahnya Bikin Resah Masyarakat

Upacara 17-an di Kampung Sumur Adem itu berlangsung khidmat, lengkap dengan pembacaan teks proklamasi, apalagi para anggota Karang Taruna juga menyajikan teatrikal perjuangan bangsa Indoensia.

Usai upacara itu, Puji, Agung, dan Nur, diminta warga untuk memotong tumpeng yang ditancapi bendera Merah Putih, sebagai simbol mereka benar-benar sudah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X