Usaha Sampingan Kopda Muslimin Dipertanyakan Netizen, Eksekutor Istrinya Menyebut Togel

- Jumat, 29 Juli 2022 | 19:28 WIB
Para pelaku yang dibayar Kopda Muslimin untuk menembak istrinya ditahan di Maporestabes Semarang. /Dok Istimewa/
Para pelaku yang dibayar Kopda Muslimin untuk menembak istrinya ditahan di Maporestabes Semarang. /Dok Istimewa/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Kasus penembakan Rina Wulandari yang didalangi suaminya sendiri, Kopda Muslimin, hingga kini masih menyisakan pertanyaan netizen.

Bagaimana pun, upah yang diberikan Kopda Muslimin kepada para penembak bayaran untuk mengeksekusi istrinya sebesar Rp120 juta, terhitung cukup besar bagi seorang anggota TNI berpangkat Kopda.

Rumah yang ditinggali Muslimin dan keluarganya di Jalan Cemara 3 Banyumanik Semarang juga cukup besar dan bertingkat. Lalu, dari mana usaha sampingan yang diperoleh Muslimin?

Baca Juga: Kondisi Istrinya Membaik, Beredar Rekaman Percakapan Kopda Muslimin di Media Sosial tewasSebelum Tewas

Padahal, dikutip dari detikFinance, Rabu, 27 Juli, prajurit TNI dengan pangkat Kopda setiap bulannya mendapatkan gaji kurang dari Rp 3 juta.

Besaran gaji pokok personel TNI itu, telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Belas atas Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Tentara Nasional Indonesia.

Eksekutor penembakan, Sugiono alias Babi, mengaku kenal dengan Muslimin karena istrinya bekerja dengan Muslimin.

Baca Juga: Kasus Kopda Muslimin Ditutup, Para Pelaku Penembakan Istrinya Jadi Ranah Peradilan Umum

Saat proses sinkronisasi keterangan dan bukti digital di Mapolrestabes Semarang, Babi menjawab lirih soal itu.

''Saya kenal Bang Mus (Kopda Muslimin), istri saya kerja, ikut kerja, jual pulsa sama jual nomor, ya pulsa HP,'' kata Babi, sembari menunduk di Mapolrestabes Semarang, Rabu, 27 Juli 2022.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X