Dikhawatirkan Menularkan PMK ke Sebelahnya, Lapak Pedagang Hewan Kurban Dibongkar Satpol PP Kota Semarang

- Jumat, 1 Juli 2022 | 21:08 WIB
Petugas Satpol PP Kota Semarang membongkar lapak pedagang hewan korban yang kena PMK. /Satpol PP Kota Semarang/
Petugas Satpol PP Kota Semarang membongkar lapak pedagang hewan korban yang kena PMK. /Satpol PP Kota Semarang/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Lapak pedagang hewan kurban yang dagangannya terdapat empat ekor sapi terinfeksi PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), akhirnya dibongkar Satpol PP Kota Semarang, Jumat, 1 Juli 2022.

Sapi yang terinfeksi PMK itu diketahui saat dilakukan sidak di lapak pedagang hewan kurban di daerah Trangkil, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, sehari sebelumnya.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan, pembongkaran lapak dilakukan untuk menindaklanjuti hasil sidak pada Kamis, 30 Juni 2022.

Baca Juga: Terkait Ganja Medis, MUI Akan Lakukan Kajian Komprehensif dalam Perspektif Keagamaan

Menurut dia, jika lapak tidak dibongkar dan disterilisasi akan berakibat pada meluasnya menyebarkan PMK ke ternak di lapak sebelahnya.

''Sapi yang kena PMK harus dikembalikan ke tempat asalnya, dan ini lapak kami bongkar agar tidak menyebarkan virusnya,'' jelas Fajar, usai melakukan pembongkaran.

Ia menegaskan, lokasi bekas pedagang hewan kurban yang daganganya terpapar PMK memang harus dirobohkan, agar tidak dimanfaatkan lagi untuk tempat transaksi.

Baca Juga: Truk Trailer Maut Penyebab Meninggalnya 50 Migran Lebih, Sopir Menjalani Proses Hukum

Paling tidak, lanjut Fajar, tempatnya harus disterilkan sampai masa inkubasi virus selesai atau hingga 14 hari.

Nantinya, jelasnya lagi, pedagang boleh menggunakan lapak tersebut kembali, setelah disemprot desinfektan, dan juga mendapat rekomendasi dari Dispertan Kota Semarang.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X