Penjual Hewan Kurban di Kota Semarang Disidak, Ditemukan Enam Ekor Sapi Terinfeksi PMK

- Kamis, 30 Juni 2022 | 23:07 WIB
Dokter hewan sedang memeriksa hewan kurban yang dijual pedagang saat dilakukan sidak, Kamis, 30 Juni 2022. /Humas Pemkot Semarang/
Dokter hewan sedang memeriksa hewan kurban yang dijual pedagang saat dilakukan sidak, Kamis, 30 Juni 2022. /Humas Pemkot Semarang/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com -Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang, menemukan enam ekor sapi positif terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK) yang dijual untuk hewan kurban.

Sapi untuk hewan kurban yang terinfeksi PMK itu, ditemukan di lapak penjual di wilayah Trangkil, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, saat dilakukan sidak pada Kamis, 30 Juni 2022.

Kondisi sapi yang sakit, diketahui saat diperiksa oleh dokter hewan ketika sidak bersama petugas dari Satpol PP Kota Semarang dan Satpol PP Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: Akibat Ulah Iseng! Cincin Dimasukkan Kemaluan Tak Bisa Dilepas, Pria di Cilacap Minta Tolong Damkar

Dokter Hewan Dispertan Kota Semarang, Mirwan Devianto mengatakan, empat dari enam ekor sapi yang ditemukan terpapar PMK cukup parah, dan harus dikembalikan ke tempat asalnya.

Ia mengatakan, gejala sapi yang paling parah yakni kaki bengkak dengan kuku yang hampir mengelupas sehingga terlihat alan lepas dari pangkal kaki.

''Bahkan sapi tersebut sulit untuk berdiri. Kalau yang masih ringan, biasanya cuma berlendir aja mulutnya atau ada sariawannya,'' jelas Mirwan.

Baca Juga: Suhu Dieng mencapai Minus 1 Derajat Celsius, Berpotensi Merugikan Petani Kentang

Menurut Mirwan, selama kaki sapi tidak pincang, masih layak untuk dikurbankan.

Namun, katanya, keempat sapi tersebut yang memiliki gejala cukup parah pada kaki, sehingga tidak layak untuk dikurbankan.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X