Pedagang Hewan Kurban di Kota Semarang Disidak, Setiap Hewan Dagangannya Harus Ada SKKH

- Senin, 27 Juni 2022 | 20:14 WIB
Petugas memeriksa kondisi hewan kurban yang dijual pedagang di wilayah Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. /Dok Istimewa/
Petugas memeriksa kondisi hewan kurban yang dijual pedagang di wilayah Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. /Dok Istimewa/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Pemerintah Kota Semarang melakukan sidak terhadap sejumlah pedagang yang menjual hewan kurban di jalan protokol pada Senin, 27 Juni 2022.

Sidak untuk mengantisipasi PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) hewan ternak dilakukan Dinas Pertanian bersama Dinas Perdagangan dan Satpol PP Kota Semarang di kawasan Kecamatan Ngaliyan.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto menegaskan, jika hewan kurban yang dijual harus punya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Baca Juga: Hujan Deras Akibatkan Banjir di Sejumlah Desa Kabupaten Cilacap, Warga pun Mengungsi

Menurut dia, tujuan adanya SKKH itu untuk memberikan rasa aman dan nyaman, karena adanya penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

''Selain itu, pedagang diingatkan agar ada izin dagang,'' jelas Fajar.

Ia menegaskan, apabila ditemui ada hewan kurnam tanpa SKKH akan menjatuhkan sanksi.

Baca Juga: Arus Lalin Pantura Pati ke Rembang Terjadi Kemacetan, Ada Perbaikan Jalan dan Jembatan

''Jika tidak ada SKKH, makan hewan ternak itu akan saya keluarkan dari Kota Semarang,'' ungkapnya.

Ke depan, kata Fajar, Pemerintah Kota Semarang pun akan mengawasi kendaraan pengangkut hewan kurban dan mengecek kondisi kesehatan.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X