Sempat Terhenti di Masa Pandemi, Kirab Dewa Obat di Kawasan Pecinan Kota Semarang Berlangsung Meriah

- Rabu, 1 Juni 2022 | 18:37 WIB
Suasana kirab Dewa Obat di kawasan Pecinan Kota Semarang. /Dok Istimewa/
Suasana kirab Dewa Obat di kawasan Pecinan Kota Semarang. /Dok Istimewa/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Sempat terhenti selama masa pandemi, perayaan Po Seng Tay Tee yang berlangsung di Kawasan Pecinan, Kota Semarang, berlangsung meriah.

Kirab budaya itu sebenarnya sudah dilakukan sejak Minggu, 29 Mei 2022, sedang puncaknya berlangsung pada Rabu, 1 Juni 2022.

Dalam kirab Dewa Obat dilaksanakan sejak pagi dan dilakukan ibadah di Pantai Marina, lalu pada sore hari dilanjutkan di Kawasan Pecinan, dan berakhir di Kelenteng Tay Kak Sie.

Baca Juga: Nilai Nilai Pancasila dalam Kehidupan Masyarakat Kian Menurun, Megawati: Bangsa Ini Harus Diajari Lagi

Humas Kelenteng Tay Kak Sie, Agung mengatakan, tradisi Kirab Dewa Obat ini untuk memperingati kejadian 162 lalu di Kota Semarang, ketika terjadi wabah penyakit.

''Dulu ketika terjadi wabah panjang. Masyarakat Tionghoa meminta bantuan ke Tiongkok lalu dikirimi Kimsin (arca) YS Poo Seng Tay Tee (Dewa Obat),'' ungkapnya.

Menurut dia, saat Kimsin itu tiba di Semarang, lalu dibawa mengelilingi kota, dan konon wabah penyakit berangsur-angsur berkurang, dan pulih.

Baca Juga: Aset Berupa Uang Rp20 Miliar Milik Tersangka Korupsi PT Asabri, Disita Jampidsus Kejagung

''Maka, setiap tahun ada penanggulangan Imlek 01 bulan 05, diadakan kirab budaya dengan membawa Kimsin YS Poo Seng Tay Tee ke pantai dan mengelilingi Kota Semarang,'' jelasnya.

Hingga sekitar pukul 15.30 WIB, kirab budaya itu masih berlangsung di Kawasan Pecinan Semarang, dengan mengunjungi satu per satu kelenteng yang ada sekitarnya.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

Waduh...KPK Membuka Kemungkinan Memeriksa Ketua MA

Minggu, 25 September 2022 | 15:21 WIB
X