Banjir Rob Juga Lumpuhkan Aktifitas Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas

- Senin, 23 Mei 2022 | 23:56 WIB
Tampak air rob yang meluap ke kawasan peti kemas dan jalan raya di Kawasan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang  (Didik)
Tampak air rob yang meluap ke kawasan peti kemas dan jalan raya di Kawasan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang (Didik)

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Akibat banjir rob yang melanda pesisir utara Kota Semarang, terutama yang merendam kawasan Pelabuhan Tanjung Mas, manajemen Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang menghentikan operasionalnya.

Aktifitas bongkar muat terpaksa dihentikan sementara akibat akses jalan ke dalam terminal tergenang banjir rob yang melanda kawasan industri Pelabuhan Tanjung Emas

"Selain itu, peralatan bongkar muat kan juga menggunakan tenaga listrik, jadi takutnya ada apa-apa terhadap operatornya, sehingga, demi keselamatan, untuk sementara kita hentikan," kata General Manager TPK Semarang I Nyoman Sudhiarta di Semarang, Senin, 23 Mei 2022 seperti dikutip Antara.

Baca Juga: Rob Tinggi Karyawan Pabrik Dipulangkan Lebih Awal. Motor-Motor di Parkiran Terendam Penuh

Baca Juga: Rob di Tambaklorok Semarang Utara Mencapai 70 Cm, Kepala BMKG: Terjadi hingga Tiga Hari ke Depan

TPK Semarang juga secara aktif menginformasikan mengenai perkembangan kejadian ini kepada asosiasi terkait seperti INSA, ALFI, GPEI dan GINSI. 

"Kami akan kembali beroperasi setelah keadaan memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan baik dari sisi operasional maupun keselamatan dan kesehatan kerja," ujar Nyoman. 

Dijelaskannya, hampir di semua titik kawasan TPK terdampak banjir rob ini. Salah satunya adalah lapangan penumpukan peti kemas ekspor yang berada di pinggir dermaga dan juga area konsolidasi (container freight station). 

Menurut dia, setidaknya terdapat 500 peti kemas berukuran 40 kaki, baik ekspor maupun impor yang terdampak langsung genangan banjir rob sehingga TPK Semarang akan memberikan perhatian khusus agar kerugian tidak semakin membesar. 

''Kami akan terus berupaya untuk meminimalkan jumlah peti kemas yang terdampak dengan cara memindahkan peti kemas ke area yang lebih tinggi atau memasang beton untuk menahan laju air menuju peti kemas,'' katanya.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X