Capaian Vaksin Booster Kota Semarang Kurang dari 50 Persen, Hakam Menyebut Terkendala KIPI

- Rabu, 9 Maret 2022 | 16:46 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam. /Dok Humas Pemkot Semarang/
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam. /Dok Humas Pemkot Semarang/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat hingga saat ini baru sekitar 330 ribu warga yang menerima vaksinasi dosis ketiga atau booster.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam menyatakan, jumlah ini setara dengan 26 persen dari total penduduk Kota Semarang, yang sudah bisa menerima vaksin booster.

''Ada beberapa kendala yang dialami dan menyebabkan cakupan vaksinasi booster masih di bawah 50 persen,'' ungkap Hakam dalam keterangan pers pada Rabu, 9 Maret 2022.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Tak Kunjung Turun, Lutfi Geram: Ancam Distributor yang Terbukti Menimbun Barang

Kendala itu, katanya, masyarakat enggan bahkan takut divaksin booster, karena mengetahui kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), yang dialami beberapa orang setelah mendapatkan booster.

''Mereka tidak mau divaksin, karena dengar tetangganya atau saudaranya sehabis divaksin booster lalu demam, sehingga takut,'' jelasnya.

Selain itu, katanya lagi, terkait jenis stok vaksin yang tersedia saat ini hanya ada astrazeneca dan pfizer, sementara untuk jenis moderna, sinofarm dan sivifax stoknya masih kosong.

Baca Juga: Antusiasme Penggemar Otomotif di Tanah Air Luar Biasa, Tiket Mahal MotoGP 2022 Mandalika Tetap Laris Manis

Dia mengatakan, vaksin jenis astrazeneca dan pfizer hanya bisa diberikan kepada warga yang dosis pertama dan keduanya menggunakan kedua jenis vaksin tersebut.

Sehingga, tambahnya, warga yang dosis pertama dan kedua menggunakan vaksin moderna atau sinofarm belum bisa mendapatkan booster, karena stoknya belum tersedia.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X