Kecamatan Tembalang di Kota Semarang Hujan Es, Begini Penjelasan Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani

- Senin, 21 Februari 2022 | 23:39 WIB
Ilustrasi hujan es. /Pixabay/
Ilustrasi hujan es. /Pixabay/

Baca Juga: Reza Rahardian Incar Candi Borobodur Jadi Ajang Malam Nominasi FFI 2022, Ganjar Menyambut Baik

Menurut dia, fenomena hujan es merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi dan termasuk dalam kejadian cuaca ekstrim. Fenomena itu disebabkan adanya awan cumulonimbus (CB).

''Pada awan ini terdapat tiga macam partikel (yaitu) butir air, butir air super dingin, dan partikel es,'' kata dia.

Ia menjelaskan, hujan padat atau es tergantung dari pertumbuhan awan CB, biasanya berlapis seperti bunga kol.

Baca Juga: Nama Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi Tercatat Sebagai Penerima Bansos, Siapa yang Salah?

Di antara awan itu, kata dia lagi, ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi yang akan cepat berubah warna menjadi abu-abu atau hitam.

Pada awan itu, lanjut dia, terjadi pembentukan es melalui proses pergerakan massa udara yang kuat. Proses itu dikenal dengan istilah strong updraft and downdraft di dalam awan CB.

Pada updraft, uap air naik hingga mencapai ketinggian dimana suhu udara menjadi sangat dingin hingga uap air membeku menjadi partikel es.

Baca Juga: PSSI Tak Menutup Mata Kejadian di Kompetisi Liga 3, Wasit Bermasalah Akan Dikandangkan

''Partikel es dan partikel air super dingin akan bercampur dan teraduk-aduk akibat proses updraft dan downdraft hingga membentuk butiran es yang semakin membesar,'' jelasnya.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X