Hendi Larang Peredaran Daging Anjing di Kota Semarang, Pertama Kali di Ibu Kota Provinsi

- Senin, 21 Februari 2022 | 22:50 WIB
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. /Dok Humas Pemkot Semarang/
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. /Dok Humas Pemkot Semarang/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, melarang peredaran daging anjing untuk dikonsumsi masyarakat di wilayahnya.

Hal itu, setelah diterbitkannya Surat Edaran (SE) Nomor B/ 426/ 524/ I/ 2022 tentang Pengawasan Terhadap Peredaran/Perdagangan Daging Anjing pada Senin, 21 Februari 2022.

Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, ingin lebih menjaga kesehatan masyarakat, mengingat konsumsi daging anjing dan hewan liar lain dapat berisiko menyebarkan penyakit dan virus.

Baca Juga: 3 Desa di Kabupaten Pati Diterjang Puting Beliung, Ratusan Rumah Rusak dengan Kerugian Ditaksir Rp2,8 miliar

Hendi mengatakan, adanya SE itu akan melakukan sejumlah langkah pencegahan, penyitaan, peringatan, dan sosialisasi.

Selain itu, katanya lagi, melakukan edukasi melalui koordinasi dengan Balai Uji Lab, balai veteriner, pengujian mutu, dan juga pihak kepolisian.

''Untuk sementara yang kita lakukan adalah langkah pencegahan dengan tidak menerbitkan sertifikat veteriner, atau keterangan produk asal hewan dari daging anjing,'' tegas Hendi.

Baca Juga: Reza Rahardian Incar Candi Borobodur Jadi Ajang Malam Nominasi FFI 2022, Ganjar Menyambut Baik

Ia juga mengatakan, tidak menerbitkan surat rekomendasi daging anjing, dan akan memperketat lalu lintas perdagangan daging anjing melalui operasi pasar.

Aturan ini, harap Hendi, dapat menjadi upaya preventif ke depannya, meski kegiatan jual beli daging anjing di Kota Semarang tak banyak terjadi.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X