Masuk Level 2 Terkait Tingkat Kematian Akibat Covid 19, Hendi: Bulan Maret Vaksin Gas Pol

- Jumat, 18 Februari 2022 | 00:27 WIB
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. /Dok Humas Pemkot Semarang/
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. /Dok Humas Pemkot Semarang/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebut, salah satu indikator naiknya level PPKM ke level 2, lantaran terkait tingkat kematian yang diakibatkan Covid-19.

Menurut Hendi, sapaan akrab Wali Kota, data per Kamis pagi, 17 Februari 2022 tercatat ada 790 pasien yang dirawat, dengan rincian 127 warga luar kota dan 573 warga Kota Semarang, serta 18 di antaranya meninggal.

''Sebanyak 18 orang yang dirawat meninggal, tapi 6 dari luar kota. Dari 12 warga Semarang setelah diidentifikasi, yang 6 meninggal karena komorbid dan lansia meski vaksinnya sudah komplit sampai V2. Dan, 6 sisanya lebih pada mereka yang vaksinnya belum komplit,'' jelas Hendi dalam keterangannya Kamis, 17 Februari 2022.

Baca Juga: Talukkan Korsel, Tim Putri Indonesia Juara Grup Z Kejuaraan Bulutangkis Asia 2022

Hendi pun kembali menekankan, bahwa meski berstatus PPKM level 2, ketersediaan kamar di rumah sakit Kota Semarang bagi penderita Covid-19 masih mencukupi.

''Saat ini dari 20 rumah sakit yang ada, ruang perawatan untuk covidnya ada 866. Artinya masih tersedia banyak ruang bagi masyarakat saat merasakan gejala Covid. Sementara di rumah dinas, sekarang ini sudah kita buka lagi 2 ruang isolasi,'' jelasnya.

Lebih lanjut Hendi menyampaikan, grafik Covid-19 di Kota Semarang belum menunjukkan penurunan. Dia mengatakan, menurut analisis Dinas Kesehatan diprediksi puncaknya akan berlangsung hingga akhir Februari dan turun pada tanggal 6 Maret.

Baca Juga: Kalahkan Korsel, Tim Putra Indonesia Pastikan ke Semifinal Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia 2022

''Klaster terbanyak di Minggu lalu masih di kalangan pegawai dengan perusahaannya, lalu di dunia pendidikan,'' bebernya.

Sementara itu, Hendi menjelaskan soal capaian vaksinasi per hari ini mencapai 123% untuk V1 dan 111% untuk V2, sedangkan vaksin ke 3 atau booster sebesar 15.8%.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

Waduh...KPK Membuka Kemungkinan Memeriksa Ketua MA

Minggu, 25 September 2022 | 15:21 WIB
X