KPK Sebut Pemkot Semarang Terbaik Kedua di Indonesia, Hendi: Gunakan TOP Goverment, Sempat Berhentikan 41 ASN

- Sabtu, 12 Februari 2022 | 11:01 WIB
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat berbagi pengalaman. /Dok Humas Pemkot Semarang/
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat berbagi pengalaman. /Dok Humas Pemkot Semarang/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengaku, selama memimpin daerahnya menggunakan formula yang disebutnya TOP Government, yaitu Truted (dipercaya), Open (Terbuka), dan Pariticipative (keterlibatan).

Hal itu dikatakan Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, saat didapuk BPSDMD (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah) Provinsi Jateng berbagi pengalaman kepada 60 pejabat tinggi pratama dari berbagai daerah di Jateng pada Jumat, 11 Februari 2022.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Semarang oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) RI kembali disebut sebagai pemerintah daerah terbaik kedua se-Indonesia untuk MCP (Monitoring Center of Prevention), serta tebaik pertama se-Jateng.

Baca Juga: Kompetisi BRI Liga 1 Diterjang Badai Covid 19, Menpora Serahkan Kelanjutannya kepada PSSI dan PT LIB

Masuknya Pemkot Semarang pada peringkat teratas MCP, antara lain didasarkan pada kinerja di bidang pengadaan barang jasa, perizinan, capaian APBD, pajak daerah, serta pengelolaan aset daerah. Dari sejumlah indikator yang menjadi pertimbangan, Pemkot Semarang mencatat skor cukup tinggi, yaitu 97,6.

Menurut Hendi, Pemkot Semarang tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas. ''Saya minta semua kanal komunikasi dibuka dan termonitor. Saya juga minta semua komitmen,'' kata Hendi, saat berbagi pengalaman itu.

Hasilnya, kata Hendi lagi, kemudian ada 41 ASN Pemkot Semarang yang diberhentikan. ''Bukan karena saya arogan, tapi karena sudah ada komitmen di awal,'' tandasnya.

Baca Juga: Konflik di Desa Wadas Purworejo, Komnas HAM Minta Ganjar Kedepankan Pendekatan Humanis dan Persuasif

Di sisi lain, Hendi meyakinkan, bahwa ketegasan dalam pengelolaan pemerintahan itu, yang kemudian membuat Kota Semarang bisa lebih menggenjot pembangunan.

''Dulu postur APBD Pemkot Semarang besar di belanja tidak langsungnya, jadi fokus lebih ke urusan dalam pemerintahan. Hari ini kita balik lebih banyak belanja langsungnya, untuk kepentingan pembangunan masyarakat,'' terangnya.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

Waduh...KPK Membuka Kemungkinan Memeriksa Ketua MA

Minggu, 25 September 2022 | 15:21 WIB
X