Minyak Goreng di Pasar Tradisional Dijual di Atas HET, Ini Penjelasan Dinas Perdagangan Kota Semarang

- Kamis, 27 Januari 2022 | 18:55 WIB
Sidak harga minyak goreng di Pasar Peterongan Kota Semarang, Kamis, 27 Januari 2022. /Dok Istimewa/
Sidak harga minyak goreng di Pasar Peterongan Kota Semarang, Kamis, 27 Januari 2022. /Dok Istimewa/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Harga minyak goreng di pasar tradisional di Kota Semarang masih di atas HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah.

Hal itu dikatakan Kabid Pasar dan Stabilitas Harga, Dinas Perdagangan Kota Semarang, Sugeng Dilianto, usai sidak (inspeksi mendadak) di Pasar Peterongan, Kamis 27 Januari 2022.

Seperti diketahui, pemerintah pusat menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng sebesar Rp 14.000 di pasar tradisional, seharusnya mulai diterapkan pada Rabu, 26 Januari 2022.

Baca Juga: Bentrokan Massa di Karaoke Double O Sorong juga Menewaskan DJ Indah Cleo, Tubuhnya Hangus Terbakar

Sesuai kebijakan itu, Dinas Perdagangan Kota Semarang bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah melakukan sidak di Pasar Peterongan untuk mengecek harga minyak goreng kemasan.

Menurut Sugeng Dilianto, tingginya harga minyak goreng di atas HET karena vendor baru saja menarik minyak goreng dengan harga lama.

Namun, tambahnya, minyak goreng yang sudah bersubsidi, vendor belum memberikan kembali kepada para pedagang pasar.

Baca Juga: Polres Grobogan Musnahkan 215 Knalpot Brong, Sri Sumarni Tak Canggung Gunakan Gergaji Mesin

''Vendor minyak goreng juga sudah sosialisasi ke pedagang pasar dan sudah menarik barang yang lama, tapi sampai saat ini barang belum datang lagi,'' katanya kepada wartawan, Kamis, 27 Januari 2022.

Jadi, katanya lagi, vendor juga masih menunggu suplai barang dari perusahaan-perusahaan minyak goreng yang ada di Semarang untuk masuk ke pasar tradisional.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X