Tiap Selasa Pegawai Pemkot Semarang Dilarang Naik Kendaraan Pribadi, Melanggar Dikenai Sanksi

- Minggu, 30 Mei 2021 | 17:29 WIB
TRANSPORTASI: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menggunakan angkutan umum daring ke kantor baru-baru ini. Foto; SMN/Dok (Dokumentasi)
TRANSPORTASI: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menggunakan angkutan umum daring ke kantor baru-baru ini. Foto; SMN/Dok (Dokumentasi)

SM Wawasan - Pegawai di lingkup Pemkot Semarang dilarang menggunakan kendaraan pribadi saat berpergian.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pun mengajak kepada warga Kota Semarang untuk menggunakan angkutan umum, maupun transportasi berbasis daring saat berpergian.

Aturan tersebut berlaku mulai 8 Juni hingga 6 Juli 2021, khusus setiap Selasa. Bagi pegawai yang tetap menggunakan kendaraan pribadi baik roda 2 maupun roda 4 akan dikenakan sanksi.

Wali kota menuturkan, tujuan kebijakan tersebut yakni, mengurangi tingkat polusi perkotaan akibat aktivitas kendaraan.

Melalui program tersebut harapannya juga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas dan kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah titik di Kota Semarang.

"Memperingati hari transportasi publik, saya mengajak warga Kota Semarang dan kawan-kawan ASN untuk menggunakan angkutan umum maupun online saat bepergian. Ini berlaku setiap Selasa, mulai 8 Juni hingga 6 Juli 2021,'' ajak Hendi, sapaan akrab wali kota belum lama ini.

Hendi menandaskan, bahwa upaya ini dilakukan guna mengurangi tingkat polusi perkotaan akibat tingginya kepadatan penduduk dan aktivitas kendaraan.

Selain itu juga membantu para pengemudi angkutan umum dan ojol agar dapat meningkatkan pendapatannya.

Melalui program tersebut harapannya juga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas dan kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah titik di Kota Semarang.

Seperti yang kita ketahui bahwa jalur yang padat kendaraan di antaranya di Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda, Jalan MT Haryono, Jalan Menteri Supeno, dan Jalan Veteran.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: SM Network

Tags

Terkini

X