Tunjukkan Toleransi Beragama, ASN NonMuslim di Pemprov Jateng juga Berpakaian ala Santri

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 00:40 WIB
Sukmono Adi, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Tugurejo, mengenakan pakaian ala santri. /Dok. Humas Pemprov Jateng/
Sukmono Adi, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Tugurejo, mengenakan pakaian ala santri. /Dok. Humas Pemprov Jateng/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com – Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah mengatur pemakaian pakaian ala santri saat peringatan Hari Santri, ternyata tidak hanya diikuti ASN muslim.

Sejumlah ASN nonmuslim yang bekerja di lingkungan Pemprov Jateng, juga ngantor dengan mengenakan pakaian ala santri untuk memperingati Hari Santri, 22 Oktober 2021.

Seperti Sukmono Adi, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Tugurejo, yang tampil percaya diri dengan pakaian santri, meskipun beragama Kristen Protestan.

Baca Juga: Rapat Paripurna DPRD Jateng Berpakaian ala Santri, Sriyanto Saputro: Nyaman, Tak Mengurangi Makna Sidang

Sukmono berangkat ke kantor tampak gagah mengenakan baju koko berwarna putih dan celana panjang kain, dengan peci hitam yang dipakainya.

“Meskipun saya Kristen Protestan, tapi hari ini saya bangga mengenakan baju koko dan berpeci, karena ini Hari Santri Nasional. Saya menghormati para santri dan dedikasi mereka dalam pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya ditemui di kantornya, Jumat, 22 Oktober 2021.

Selain sebagai bentuk penghormatan para santri yang telah berjuang melawan penjajah, Sukmono juga menilai penggunaan pakaian santri, merupakan bentuk toleransi antarumat beragama.

Meski ASN nonmuslim tidak diwajibkan, namun dSukmono bangga mengenakannya.

Baca Juga: Ayo Rajin Ikuti Info BMKG! Jateng Terdampak Fenomena La Nina: Curah Hujan Terus Meningkat hingga Desember

“Ini bagian dari toleransi beragama. Jadi untuk saya, saya tidak mempermasalahkan. Bahwa penggunaan atribut bukan menjadi sesuatu yang diharamkan. Tapi ini sesuatu yang bernilai toleransi,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X