Satpol PP Kota Semarang Akan Bertindak Tegas, jika Pendirian Tower BTS di Kebonharjo Tak Berizin

- Senin, 11 Oktober 2021 | 16:10 WIB
Ilustrasi Tower BTS. /Pixabay/
Ilustrasi Tower BTS. /Pixabay/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com – Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, menyatakan akan bertindak tegas kepada PT Protelindo, terkait pembangunan Tower BTS (Base Transceiver Station) di Kebonharjo, Semarang Utara.

Menurut dia, jika pendirian tower itu belum mengantongi surat izin, pihaknya tidak segan-segan melakukan penyegelan.

''Seharusnya izin dan verifikasi dilakukan dulu di DPM-PTSP, dan izin lingkungan juga harus dperhatikan,'' ungkap Fajar, saat menanggapi petisi warga Kebon Harjo, Semarang Utara di Kantor Satpol PP Kota Semarang, Senin, 11 Oktober 2021.

Baca Juga: Pekerjakan Anak-anak sebagai PL dan PSK, Tempat Karaoke di Patean Kendal Digerebek Polisi

Ia mengatakan, kalau sudah ada laporan pengaduan dari masyarakat, maka jelas terbukti melanggar Perda. 

Fajar menjelaskan, sesuai tugas dan kewenangannya, Satpol PP Kota Semarang siap menegakkan peraturan daerah (Perda) yang telah berlaku.

''Jika saat ditelusuri, diketahui pembangunan Tower BTS itu tidak mengantongi izin, kami siap melakukan penyegalanm terhadap bangunan ilegal tersebut,'' tegasnya lagi.

Baca Juga: Kabur saat Baru Tiga Hari Jalani Isoman di Wisma Atlet, Rachel Vennya Jadi Sorotan Netizen

Menanggapi petisi warga Kebon Harjo soal berdirinya Tower BTS telah menimbulkan gangguan lingkungan sekitar, Fajar tidak menampik lantaran warga sekitar khawatir terkena dampaknya seperti rebahan tower.

Fajar mengakui, sudah semestinya warga Kebon Harjo yang dirugikan adanya tower BTS itu mengadu atau melaporkan ke kelurahan dan kecamatan setempat.

''Karena itu, Warga harus dilindungi dari ganggungan lingkungan yang bisa meninmbulkan ekses negatif lainnya,” imbuh Fajar.

Seperti diketahui, pembangunan Tower BTS milik PT Protelindo diduga bermasalah. Ada kekeliruan informasi yang tidak sinkron antara PT Protelindo dengan perangkat kelurahan dan kecamatan.

Dugaan tersebut dilaporkan melalui petisi penolakan warga, yang dikirim ke Pemkot Semarang dan sejumlah wartawan di Kota Semarang.

“Kami sudah menerima laporan itu. Kami akan undang perwakilan warga dan dinas terkait untuk melakukan giat segel. Kamis lusa (14/10), kita undang untuk gelar rapat dalam rangka segel di lokasi,” paparnya.

Sebelum petisi dilayangkan ke Pemkot, warga Kebon Harjo sudah menggelar pertemuan yang dihadiri Lurah Tanjung Emas dan perwakilan dari PT Protelindo.

Hanya saja, hingga saat ini belum ada titik terang dari hasil pertemuan tersebut.***

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X