Manusia Silver Marak di Kota Semarang, 14 Orang Dijaring Satpol PP

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 11:06 WIB
Para PGOT yang terjaring razia Satpol PP Kota Semarang, Sabtu malam, 9 Oktober 2021./Dok. Istimewa/
Para PGOT yang terjaring razia Satpol PP Kota Semarang, Sabtu malam, 9 Oktober 2021./Dok. Istimewa/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang mengamankan 29 pengemis, gelandangan, dan orang telantar (PGOT), Sabtu malam, 9 Oktober 2021.

Dari berbagai titik di Kota Semarang, PGOT yang berhasil dijaring itu 14 di antaranya biasa disebut manusia silver.

Akhir-akhir ini memang marak adanya manusia silver, orang yang melumuri badannya dengan cat besi warna metal (silver) dan meminta-mia uang di jalanan sekitar lampu merah.

Baca Juga: Kedapatan Miliki dan Konsumsi Ganja, Pria Asal Ungaran Diamankan Tim Satresnarkoba Polres Purbalingga

Sedang sisanya yang berhasil dijaring, sebanyak 6 pengamen badut dan 9 gelandangan.

Ketika dilakukan razia, sempat diwarnai aksi penolakan oleh para PGOT. Namun, mereka tetap diamankan dan dibawa ke Markas Satpol PP.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, menjelaskan ,penertiban tersebut dilakukan berdasarkan adanya aduan dari masyarakat dan perintah dari pemerintah.

Baca Juga: Raih Medali Emas PON XX Papua dan Pecahkan Rekornas, Lifter Jateng Diah Ayu: Ingin Diangkat Jadi ASN

“Adanya laporan masyarakat, maka kami menjalankan tugas. Para PGOT ini ada yang dari Kota Semarang dan Luar Kota,” tandas Fajar.

Fajar mengatakan, sangat menyesalkan kelakuan para PGOT ini. Sebab, dalam Perda Kota Semarang sudah jelas bahwa PGOT dilarang berkeliaran di jalanan.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X