Tanggulangi Penurunan Kemampuan Belajar Siswa, Kepala Sekolah dan Guru di 25 Kab/Kota Dilatih Pembelajaran

- Jumat, 25 Juni 2021 | 08:07 WIB
Ilustrasi PJJ. /Pixabay/Alexandra Koch
Ilustrasi PJJ. /Pixabay/Alexandra Koch

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Guna meningkatkan kuantitas sekolah dalam pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan dilakukan pelatihan guru dan kepala sekolah.

Hal ini untuk mempersiapkan tahun ajaran baru pada Juli 2021 mendatang.

Pelatihan dilakukan terutama dalam membantu sekolah dan madrasah menanggulangi learning loss atau penurunan kemampuan belajar siswa sebagai dampak dari PJJ yang berkepanjangan.

Direktur Program Pintar Tanoto Foundation, M Ari Widowati mengatakan, pada Juni ini para fasilitator di 25 kabupaten/kota mitra dilatih selama empat hari secara synchronous (tatap maya) dan asynchronous (berlatih mandiri).

Baca Juga: Bagian Kokpit Rusak, Lion Air Boeing 737-900 ER Batal Terbang, Sejumlah Penumpang Minta Uang Kembali

“Mereka kami latih menggunakan Modul Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 yang diadaptasi dari panduan yang dikeluarkan oleh Kemendikbudristek,” kata Ari.

Peserta difasilitasi untuk mampu mengidentifikasi kemampuan belajar setiap individu siswa dan cara memberikan pembelajaran berdiferensiasi.

Metode ini dilakukan untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan belajar siswa.

“Pada bulan Juli, para fasilitator terpilih akan melatih dan mendampingi para guru dan kepala sekolah di 843 sekolah dan madrasah mitra yang tersebar di lima provinsi, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur," kata Ari lagi.

Guru dan kepala sekolah juga akan dilatih bersama karena keduanya punya peran penting yang tidak dapat dipisahkan.

“Ketika guru menyiapkan pembelajaran untuk siswa, kepala sekolah pasti harus memastikan kebutuhan guru agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik," ujar Ari.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran Rakyat

Terkini

X