Puluhan Siswa SD di Slawi Kabupaten Tegal Keracunan, Diduga akibat Jajanan Maklor

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 09:20 WIB
Petugas dari Dinas Kesehatan dan Kepolisian, memeriksa sampel makanan yang diduga jadi penyebab keracunan pada Senin, 8 Agustus 2022. /Dok Istimewa/
Petugas dari Dinas Kesehatan dan Kepolisian, memeriksa sampel makanan yang diduga jadi penyebab keracunan pada Senin, 8 Agustus 2022. /Dok Istimewa/

TEGAL, suaramerdeka-wawasan.com - Puluhan siswa SD di Kabupaten Tegal diduga mengalami keracunan massal, usai memakan jajalan makaroni telur (maklor) pada Senin, 8 Agustus 2022.

Peristiwa keracunan jajanan yang terjadi di SDN 01, SDN 02, dan SDN 03 Kelurahan Slawi Wetan, Kecamatan Slawi itu, mengakibatkan tujuh siswa hingga dirawat di rumah sakit.

Tak cuma itu, puluhan siswa dari tiga sekolah tersebut juga mengalami gejala keracunan, seperti mual, muntah, pusing dan lemas, usai memakan maklor yang dijual di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Pencuri Pompa Air Sawah dan Penadah Dibekuk Polres Kudus, Ngaku Mencuri di 10 Lokasi

Kepala Sekolah SDN Slawi Wetan 01, Murtini‎ mengungkapkan, murid yang diduga keracunan merupakan siswa kelas 3 dan 4, tak lama setelah memakan maklor yang dibeli saat jam istirahat.

''Seperti biasa, waktu istirahat jam 09.00 WIB, anak-anak jajan maklor. Beberapa menit kemudian, satu anak muntah-muntah, disusul anak-anak yang lain,'' jelas Murtini dalam keterangannya pada Senin, 8 Agutus 2022.

Ia mengatakan, terhadap peristiwa yang dialami siswanya, segera melaporkan ke Pukesmas yang datang langsung ke sekolah, disusul dari Dinas Kesehatan setempat.

Baca Juga: Puluhan Orang Geruduk DPRD Brebes, Tuntut Salah Satu Pimpinan Dewan Mundur karena Telantarkan Anak Istri

Selain siswa SDN Slawi Wetan 01, Murtini menyebut, gejala keracunan ternyata juga dialami siswa dari SDN Slawi Wetan 02 dan 03 yang berada di satu kompleks.

Mereka, sambungnya, langsung mendapat penanganan dari petugas Puskesmas Slawi dan Dinas Kesehatan, namun ada tiga siswa yang dirujuk ke IGD Rumah Sakit dr Soeselo karena kondisinya lemas.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X