Dinas Pendidikan Jakarta Belum Putuskan Kapan Belajar Tatap Muka, Nadiem Inginkan Juli Dilaksanakan

- Jumat, 18 Juni 2021 | 10:59 WIB
Ilustrasi menyambut sekolah tatap muka. /Pikiran Rakyat/Nurhandoko Wiyoso
Ilustrasi menyambut sekolah tatap muka. /Pikiran Rakyat/Nurhandoko Wiyoso

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com- Dinas Pendidikan Jakarta bertekat melindungi masyarakat, khususnya siswa sekolah.

Untuk itu, seusai melakukan pengumuman penundaan belajar tatap muka sekolah di Jakarta, sampai Jumat, 18 Juni 2021 belum memutuskan kalau belajar tatap muka dilangsungkan pada bulan Juli mendatang.

Meski, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim masih ingin pembelajaran tatap muka (PTM) dibuka pada Juli 2021 mendatang.

Baca Juga: Polri Bersinergi Memerangi Penyebaran Covid-19 di Indonesia

Menanggapi hal ini, Dinas Pendidikan DKI Jakarta belum memutuskan untuk membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Bulan Juli 2021 mendatang.

"Kalau toh kementerian demikian kita kan melindungi masyarakat Jakarta agar tidak lagi terpapar lebih luas," kata Kasubag Humas Dinas Pendidikan Taga Radja, saat dihubungi, Jumat, 18 Juli 2021.

Terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan, saat ini daerahnya tengah berjuang melawan tingginya virus corona beserta varian baru yang juga ditemukan.

Baca Juga: 12 Pegawai Terpapar Covid-19, Kantor BPN Blora Tidak Menerima Tamu

"Jadi kami serius perang melawan Covid-19 yang varian baru yang sangat berbahaya yang cepat menyebar," kata Ahmad Riza Patria.

"Untuk itu kami minta masyarakat hati-hati tetap laksnakaan prokes Covid-19, waspada hati-hati jangan panik dan jangan anggap remeh," katanya.

Diketahui, kasus Covid-19 di Jakarta kini tengah memasuki masa kritis di mana angka kasus positif Covid-19 yang terjadi di mengalami kenaikan drastis.

Angka kasus positif beberapa waktu terakhir berada pada kisaran 1.000-2.000 kasus dalam sehari.

Namun, Kamis kemarin, angka tersebut melonjak pesat hingga mencapai 4.144 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, memaparkan, berdasarkan data pada tanggal 17 Juni 2021, dilakukan tes PCR sebanyak 23.913 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 16.499 orang dites PCR kemarin untuk mendiagnosis kasus baru, dengan hasil 4.144 positif dan 12.355 negatif.

“Jika kita kilas balik, kasus hari ini mendekati angka tertinggi yang pernah terjadi pada 7 Februari 2021, yang mana mencapai 4.213 kasus dalam sehari," kata dia

 

 

 

Halaman:
1
2

Editor: Kusmiyanto

Sumber: PikiranRakyat.com

Terkini

X