Jawa Tengah Butuh Guru PAI yang Bisa Membaca Al Quran Braille

- Selasa, 5 Juli 2022 | 22:21 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, tengah menerima audiensi  Yayasan Amanah Takaful Jakarta (Humas Pemprov Jateng)
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, tengah menerima audiensi Yayasan Amanah Takaful Jakarta (Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com – Jawa Tengah membutuhkan tenaga pengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) yang bisa membaca Al Quran braille. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Menurut Gus Yasin, seperti dikutip laman resmi Pemprov Jateng, minimnya guru yang bisa membaca Al Quran braille, menjadi salah satu kendala terjadinya transfer ilmu membaca Al Quran kepada para penyandang tuna netra.

“Kalau kita bisa ada pelatihan-pelatihan kayak gitu (Workshop pembelajaran Al Quran Braille), itu kan lebih bagus. Karena terus terang kita juga banyak permintaan,” kata Gus Yasin saat menerima audiensi dari Yayasan Amanah Takaful Jakarta, di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Selasa, 05 Juli 2022.

Di Jawa Tengah, kata dia, salah satu lembaga pendidikan Al Quran untuk tuna netra ada di Mijen Semarang, ‘Sahabat Mata’. Bahkan, ia masih merasa itu satu-satunya. Makanya beberapa siswanya bahkan ada yang dari luar jawa.

Baca Juga: Sebanyak 5.367 Siswa Tak Tertampung di SMP Negeri Kota Semarang, Bisa ke Sekolah Swasta Gratis

Baca Juga: 216.107 Siswa Diterima di SAM/SMK Negeri se Jateng. Kepala Disdikbud: Tak Ada 'Surat Cinta'

Wagub pun berharap, Yayasan Amanah Takaful Jakarta bisa bekerja sama dengan organisasi Sahabat Mata ini.

“Sahabat Mata di Mijen, dia punya lembaga pendidikan untuk tuna netra Al Quran. Saya pikir hanya satu-satunya sahabat mata ini yang mengajarkan. Sampai muridnya dari Sulawesi, dari Kalimantan datang ke sini. Itu sekarang sudah jalan,” bebernya.

Relawan Yayasan Amanah Takaful, Elis Sutriyati, mengemukakan untuk belajar Al Quran braille bisa membutuhkan waktu sampai bertahun-tahun.

Sebab, pada proses mengenal dasar-dasar Al Quran braille saja tidak mudah. Maka, menurutnya kegiatan workshop Al Quran braille menjadi penting.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X