UNNES Gelar Konser Kebangsaan Peringati Dies Natalis Ke 57, Hadirkan Para Tokoh Lintas Agama

- Minggu, 12 Juni 2022 | 14:08 WIB
Konser Kebangsaan yang digelar UNNES memperingati Dies Natalis ke 57. /Dok Istimewa/
Konser Kebangsaan yang digelar UNNES memperingati Dies Natalis ke 57. /Dok Istimewa/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar Konser Kebangsaan, melibatkan tokoh-tokoh lintas agama dalam rangkaian Dies Natalis ke-57 pada Sabtu, 11 Juni 2022.

Acara yang juga disiarkan secara live melalui media youtube itu, dihadiri ribuan peserta secara langsung serta berbagai kalangan lintas agama, dan civitas akademika.

Konser Kebangsaan diisi orasi kebangsan oleh ustadz kondang Gus Miftah, dan pertunjukan musik dengan menghadirkan Gus Hasyim, Hendra Kumbara, dan pengisi acara lainnya yang dikemas jadi satu dengan doa bersama tokoh lintas agama.

Baca Juga: Kalah dari Yordania, Timnas Indonesia Perlu Kerja Keras untuk Lolos ke Piala Asia di Laga Pamungkas

Gus Miftah dalam ceramahnya mengatakan, saat ini banyak sekali kasus intoleransi, yang mudah ditemui di sejumlah platform media sosial Instagram, YouTube, atau saling hujat melalui Twitter.

''Saling hujat netizen di media sosial, narasinya dianggap menyindir soal agama, suku, ras tetapi jadi lelucon,'' beber Gus Miftah yang juga pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji, Sleman, Yogyakarta itu.

Menurut Gus Miftah, lemahnya pemahaman tentang kebhinekaan, jika dibiarkan akan menyebabkan konflik horizontal yang bisa memecah belah persatuan Bangsa.

Baca Juga: Penyanyi Religi Sulis Sambil Nyanyi Buka Usaha Kuliner Bebek, Berharap Buka Lapangan Pekerjaan Banyak

''Indonesia merupakan negara Pancasila terdiri dari enam agama besar. Sayangnya, isu sensitif soal tokoh pemuka agama, malah tanpa diduga jadi trending topik,'' ungkap ustadz kondang yang nama lengkapnya Miftah Maulana Habiburrahman.

Oleh karena itu, Gus Miftah berpesan, agar para netizen di media sosial dapat bijak menggunakan sesuai etika berkomunikasi.

Rektor UNNES, Prof Fathur Rokhman mengatakan, UNNES adalah miniatur kampus toleran, untuk itu harus menjaga kerukunan umat beragama.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X