Perawat Harus Menguasai Teknik Penanganan Dasar Kegawat-daruratan, Trauma dan Gangguan Kardiovaskuler

- Minggu, 13 Maret 2022 | 18:43 WIB
Para mahasiswa keperawatan Universitas Widya Husada Semarang (UWHS) menjalani simulasi pertolongan kepada korban kecelakaan dalam pelatihan BTCLS di kampus tersebut, Minggu, 3 Maret 2022. (Ist)
Para mahasiswa keperawatan Universitas Widya Husada Semarang (UWHS) menjalani simulasi pertolongan kepada korban kecelakaan dalam pelatihan BTCLS di kampus tersebut, Minggu, 3 Maret 2022. (Ist)

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) harus benar-benar dikuasai oleh perawat sehingga dapat menyelamatkan nyawa dan meminimalisir kerusakan organ penderita atau korban kecelakaan/bencana alam.

Hal itu disampaikan Wakil Dekan Fakultas Keperawatan, Bisnis, dan Teknologi Universitas Widya Husada Semarang (UWHS) Maulidta Karunianingtyas Wirawati, SKep Ns M.Kep di sela-sela pelatihan di kampus UWHS Jl Subali Raya No 12 Krapyak Semarang, akhir pekan lalu.

BTCLS adalah penanganan dasar kegawat-daruratan, trauma dan gangguan kardiovaskuler. ''Dengan pelatihan BTCLS ini akan memberikan nilai tambah kepada lulusan keperawatan,'' tuturnya.

Baca Juga: Rektor Unika Semarang: Pemimpin Harus Punya Kompetensi, Integritas dan Totalitas

Perawat, katanya, memang dituntut memiliki kompetensi dalam penanganan dasar kegawat-daruratan, trauma dan gangguan kardiovaskuler ini.

Pelatihan BTCLS ini, idealnya diberikan kepada mahasiswa keperawatan yang akan lulus. Karena, katanya, ini enting sebagai bagian dasar dari kemampuan seorang perawat.

Dengan pelatihan ini, kata Maulidta, mahasiswa mengetahui bagaimana menangani kegawat darurat seperti trauma karena kecelakaan atau bencana alam, gangguan kardiovaskulaer, dan henti nafas.

''Kompetensi ini sering kali menjadi syarat saat melamar pekerjaan di rumah sakit atau klinik. Dengan sertifikasi BTCLS ini, mahasiswa keperawatan menguasai tata laksana dasar (basic) penanganan pertama,'' jelas dia.

''Materi yang didapatkan dalam pelatihan ini di antara lain pemasangan EKG, CPR, initial assessment, selain itu peserta juga dibekali simulasi disaster management untuk penanganan apabila ada bencana. Meliputi triase, stabilisasi, dan transportasi korban bencana. Sehingga, perawat bisa melakukan manajemen penanganan awal dan memberi nilai kondisi awal pasien atau korban,'' kata dia.

Pelatihan diikuti 71 mahasiswa yang terbagi dua gelombang dikarenakan pandemi Covid-19 dan dilakukan dengan metode daring untuk pembekalan teori dan untuk praktiknya dilakukan secara luring.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X