Taruna Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan Harus Update Perkembangan dan Hukumnya

- Minggu, 13 Februari 2022 | 17:23 WIB
Ketua Prodi KPN Politeknik Bumi Akpleni Agus Pamungkas RP MSi (kanan) menyerahkan cinderamata kepada Dirut PT Samudera Perdana Selaras Rory Riyanto di kampus tersebut (Ist)
Ketua Prodi KPN Politeknik Bumi Akpleni Agus Pamungkas RP MSi (kanan) menyerahkan cinderamata kepada Dirut PT Samudera Perdana Selaras Rory Riyanto di kampus tersebut (Ist)

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Berkembangnya industri logistik di Indonesia, menuntut taruna program studi Ketata Laksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan(KPN) harus siap meng-update pengetahuan tentang perkembangan kepelabuhanan di Indonesia dan internasional.

Dengan demikian, akan lebih siap bekerja ketika lulus. Harapan itu disampaikan Dirut PT Samudera Perdana Selaras, Rory Riyanto, saat memberi kuliah umum di Politeknik Bumi Akpelni di kampus tersebut, Sabtu, 12 Februari 2022.

''Ketika memutuskan menuntut ilmu bidang kemaritiman khususnya di bidang ketata laksanaan pelayaran niaga dan kepelabuhan harus sudah tahu, mau ke mana setelah lulus,'' kata Rory.

Baca Juga: Kepala Sekolah SDIT Al Firdaus Kota Semarang Merasa Lega, Seluruh Siswa Sudah Divaksin Dosis Kedua

Baca Juga: Antisipasi Melonjaknya Covid 19, Pekan Depan Proses Pembelajaran SD dan SMP Kota Semarang Kembali ke Daring

Diakuinya, bidang ini, sangat luas pangsanya dan kesempatan bekerja sangat terbuka juga peluang membuka usaha sangat terbuka sekali.

''Sekarang mau tidak mau harus up date pengetahuan tentang kepelabuhanan dan pelayaran niaga. Dengan kemajuan teknologi, sangat mudah sekali. Silakan mencari di internet, sangat banyak perkembangan tata laksana niaga dan kepelabuhan,'' tutur Rory.

Selain itu, kata dia, seorang taruna juga harus memahami hukum dasar dari tata laksana niaga. Hal ini (memahami hukum), juga berkembang pesat seiring kebutuhan.

''Biacara soal logistik, pasti ada mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak. Tidak bisa lagi, logistik itu hanya sekadar mengirim dan membongkar saja,'' jelasnya.

Memang diakuinya, biaya logistik di Indonesia termasuk mahal. Dari analisa yang dilakukan perusahaannya, dikarenakan logistik masih tersentral di Pulau Jawa.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X