Juli, Pembelajaran Tatap Muka Dimulai, IDI Khawatirkan Masalah Pengawasan Protokol Kesehatan

- Jumat, 11 Juni 2021 | 09:37 WIB
Ilustrasi pembelajaran tatap muka. /Pixabay/akshayapatra
Ilustrasi pembelajaran tatap muka. /Pixabay/akshayapatra

JAKARTA,suaramerdeka-wawasan.com-Penyebaran virus covid-19 di Indonesia belum berakhir. Bahkan di sejumlah daerah di Indonesia angka covid-19 terus bertambah. Namun pada Juli mendatang  Pembelajaran Tatap Muka  (PTM) akan dimulai.

Selama pandemi Covid-19, para siswa dari sekolah dasar hingga pergurun tinggi harus belajar secara daring.

Terhitung sudah selama sekira 15 bulan para siswa melakukan pembelajaran secara daring. Pembelajaran daring tersebut pun menuai pro dan kontra dari berbagai pihak dan dianggap tidak efektif.

Oleh sebab itu, beberapa pihak meminta supaya sekolah tatap muka dibuka kembali.

Baca Juga: Fadli Zon Anggap PPN Sembako Mencekik Rakyat, Staf Khusus Menteri Keuangan : Pemerintah Tak Akan Ngawur

"Saya pun orang tua murid, sangat merasakan keinginan seperti itu. Apalagi melihat apa yang mereka terima waktu daring," kata Ketua Biro Hukum dan Pembinaan Anggota IDI, dr H. N. Nazar.

Meskipun demikian, Nazar berujar jika ada yang dikhawatirkan olehnya pada saat pembelajaran tatap muka dibuka kembali yaitu mengenai penerapan protokol kesehatan yang tidak optimal.

Pasalnya, sudah satu tahun lebih para siswa tidak berjumpa dengan rekan-rekannya yang bisa saja membuat mereka lupa jika harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"SOP sudah lengkap, sangat lengkap menurut saya untuk bisa diaplikasikan dan diimplemantasikan, tapi pengawasan yang sekaligus bermakna tuntunan itu yang masi kami khawatirkan," ujar Nazar.

Dalam menyusun wacana pembelajaran tatap muka, pihak sekolah telah menyusun berbagai regulasi untuk ditaati oleh siswanya.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X