Selama Diberlakukan PJJ Jadi Tantangan Tersendiri, Banyak Siswi SMA yang Pilih NIkah Dini

- Sabtu, 18 September 2021 | 10:46 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin usai gowes cek PJJ di SMAN 1 Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. /Humas Pemprov Jateng/
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin usai gowes cek PJJ di SMAN 1 Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. /Humas Pemprov Jateng/

KAJEN, suaramerdeka-wawasan.com - Selama diberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat pandemi, ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah, utamanya setingkat SMA.

Hal ini dikatakan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Petungkriyono Kabupaten Pekalongan, Agus Dwi Prodo, yang di daerahnya masih kental dengan budaya nikah dini.

Menurut dia, di sekolah yang dipimpinnya sudah tiga siswi kelas X bertunangan, karena menganggap PJJ cuma setara dengan Kejar Paket C.

Baca Juga: Minta Pemerintah Waspada! Puan Maharani Berharap PON di Papua Tak Jadi Cluster Baru Covid-19

"Orangtua kalau sudah ada yang menanyakan (anaknya), wis ora usah sekolah,” ungkap Agus Dwi Prodo kepada Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, ketika melakukan cek PJJ ke sekolah tersebut pada Kamis, 16 September 2021.

Agus mengatakan, yang ada di pikirannya orangtua, anaknya sekolah seperti Kejar Paket C karena sekolahnya tak setiap hari. ''Yang penting dapat ijazah, " bebernya.

Tantangan ini, katanya, tidak ringan. Sebab, menikah dini di Petungkriyono masih menjadi bagian dari budaya.

Baca Juga: Gara-gara LDR, Happy Asmara Ngaku Terpaksa Putus dengan Denny Caknan

Di samping itu, sekitar 80 persen orang tua siswa tidak berpendidikan yang memadai.

Pihaknya pun secara pelan-pelan juga turut memberikan edukasi kepada masyarakat.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyadari, daerah-daerah di pinggiran dan terpencil memang masih kental dengan budaya nikah dini.

Maka, keberadaan sekolah diupayakan dekat dengan masyarakat, agar mudah diakses.

Pembelajaran Tatap Muka pun, saat ini tengah didorong untuk dimulai, dengan catatan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Nah ini memang perlu diperhatikan khusus. Mereka harus didorong," ujar Wagub Jateng Gus Yasin, yang akrab dipanggil Gus Yasin dalam rilisnya, Sabtu 18 September 2021.

Gus Yasin mengatakan, dorongan yang diberikan pemerintah, tidak ada siswa yang putus sekolah, apalagi jika alasannya karena menikah dini.

Menurut Gus Yasin, ada banyak efek domino yang negatif ketika anak menikah di usia belia, sehingga berbahaya.

"Selain putus sekolah, nanti ada perempuan menikah dini. Dan itu juga berbahaya. Kita lagi kampanye untuk 'Jo Kawin Bocah'. Kita dorong itu," pungkas Wagub Taj Yasin.***

Halaman:
1
2

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: Humas Pemprov Jateng

Tags

Terkini

X