Selama Diberlakukan PJJ Jadi Tantangan Tersendiri, Banyak Siswi SMA yang Pilih NIkah Dini

- Sabtu, 18 September 2021 | 10:46 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin usai gowes cek PJJ di SMAN 1 Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. /Humas Pemprov Jateng/
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin usai gowes cek PJJ di SMAN 1 Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. /Humas Pemprov Jateng/

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyadari, daerah-daerah di pinggiran dan terpencil memang masih kental dengan budaya nikah dini.

Maka, keberadaan sekolah diupayakan dekat dengan masyarakat, agar mudah diakses.

Pembelajaran Tatap Muka pun, saat ini tengah didorong untuk dimulai, dengan catatan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Nah ini memang perlu diperhatikan khusus. Mereka harus didorong," ujar Wagub Jateng Gus Yasin, yang akrab dipanggil Gus Yasin dalam rilisnya, Sabtu 18 September 2021.

Gus Yasin mengatakan, dorongan yang diberikan pemerintah, tidak ada siswa yang putus sekolah, apalagi jika alasannya karena menikah dini.

Menurut Gus Yasin, ada banyak efek domino yang negatif ketika anak menikah di usia belia, sehingga berbahaya.

"Selain putus sekolah, nanti ada perempuan menikah dini. Dan itu juga berbahaya. Kita lagi kampanye untuk 'Jo Kawin Bocah'. Kita dorong itu," pungkas Wagub Taj Yasin.***

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: Humas Pemprov Jateng

Tags

Terkini

X