Data dan Fakta Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia Juara Dunia MotoGP 2022.

- Senin, 7 November 2022 | 00:04 WIB
Juara Dunia MotoGP 2022, Francesco Bagnaia melakukan selebrasi di depan penggemarnya
Juara Dunia MotoGP 2022, Francesco Bagnaia melakukan selebrasi di depan penggemarnya

VALENCIA, suaramerdeka-wawasan.com - Pembalap Ducati Lenovo, Bagnaia">Francesco Bagnaia, sukses meraih gelar juara dunia MotoGP 2022 meski finish di posisi kesembilan pada seri terakhir musim 2022 di MotoGP Valencia, Minggu, 06 Nopember 2022.

Pembalap kelahiran Turin, 14 Januari 1997 itu menjadi pembalap tertua yang meraih gelar juara dunia MotoGP perdananya sejak kategori baru kelas premier itu diperkenalkan pada 2002.

Pada usia 25 tahun dan 282 hari, Bagnaia menyalip posisi juara 2002 Nicky Hayden dalam usia 25 tahun 91 hari.

Baca Juga: Juara Dunia 2022 Meski Finish di Posisi Ke-9 di MotoGP Valencia, Begini Perjalanan Karier Francesco Bagnaia

Ini data dan fakta Pecco Bagnaia saat Juara dunia MotoGP 2022:

  1. Pecco menjadi pembalap pertama Italia yang meraih titel MotoGP kategori baru sejak diperkenalkan pada 2002 setelah Valentino Rossi pada 2009.
  2. Ia juga menjadi orang Italia PERTAMA yang meraih kesuksesan juara dunia di kelas premier dengan mengendarai motor asal Italia setelah legenda MotoGP Giacomo Agostini berjaya pada 1972 bersama MV Agusta.
  3. Bagnaia menjadi pembalap KEDUA Ducati yang meraih gelar juara dunia setelah Casey Stoner pada 2007.
  4. Hanya TIGA pembalap Ducati yang pernah meraih enam kemenangan dalam satu musim: Casey Stoner (10 pada 2007 dan 6 pada 2008) dan Andrea Dovizioso (6 pada 2017).
  5. Pada GP San Marino 2022, Bagnaia meraih EMPAT kemenangan beruntun. Ia menjadi pembalap pertama Ducati yang mencapai hal itu di kelas manapun.
  6. Sejak bergulirnya MotoGP pada 2002, Bagnaia juga mencatatkan namanya sebagai salah satu pembalap yang meraih EMPAT atau lebih kemenangan beruntun di kelas premier setelah Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Marc Marquez.
  7. Bagnaia juga menjadi pembalap pertama yang meraih gelar kelas premier dengan LIMA DNF (gagal finis) sepanjang musim.
  8. Setelah GP Jerman, Bagnaia terpuruk di peringkat ENAM klasemen dengan defisit 91 poin dari pemuncak Fabio Quartararo. Jadi ketika ia kemudian sukses juara dunia mengalahkan Quartararo, ia mencetak sejarah dengan ‘comeback’ terbesar sejak sistem poin yang diterapkan saat ini digunakan pada 1993.
  9. MotoGP mencatat ia menjadi pembalap KETUJUH dari Italia yang meraih kesuksesan pada kejuaraan dunia bersama Giacomo Agostini (8 gelar), Valentino Rossi (7), Umberto Masetti (2), Libero Liberati (1), Marco Lucchinelli (1) dan Franco Uncini (1).
  10. Bagnaia musim ini paling banyak naik podium ketimbang para pembalap lain yaitu SEMBILAN kali, termasuk enam kemenangan. Namun Casey Stoner (bersama Ducati) masih menjadi pembalap tersukses dengan 42 podium.
  11. Mengantongi SEPULUH kemenangan pada kelas premier bersama Ducati, Bagnaia menempati peringkat ketiga di belakang pembalap Ducati lainnya, Casey Stoner (23), dan Andrea Dovizioso (14).
  12. Bagnaia berada di peringkat lima pembalap Ducati yang panen podium, dengan SEMBILAN BELAS podium kelas premier, di belakang Jack Miller yang punya 21 podium.

    21. Dengan Bagnaia merebut gelar juara musim ini, ini menjadi gelar kelas premier KE DUAPULUH SATU untuk Italia dan ke-80 bagi negara itu dalam kejuaraan balap Grand Prix pada umumnya.

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X