Siapa Yang Bakal Juara Dunia MotoGP 2022, Pecco Bagnaia atau Fabio Quartararo. Ini Peluangnya

- Sabtu, 5 November 2022 | 11:15 WIB
Francesco Bagnaia akui dirinya awasi pergerakan Fabio Quartararo saat balapan MotoGP Malaysia 2022 berlangsung
Francesco Bagnaia akui dirinya awasi pergerakan Fabio Quartararo saat balapan MotoGP Malaysia 2022 berlangsung

VALENCIA, suaramerdeka-wawasan.com – Siapa juara dunia MotoGP 2022? Pertanyaan menarik yang pembuktiannya ada di balapan di Valencia, Minggu, 6 November 2022.

Dua pembalap, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) dan Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha), akan memperebutkannya di Sirkuit Ricardo Tomo Valencia.

"Akhir pekan yang sangat penting bagi kami akan dimulai, tapi saya tiba di Valencia dengan ketenangan," kata Bagnaia dalam keterangan resmi yang dirilis Ducati.

Baca Juga: Hasil Balapan MotoGP Malaysia. Quartararo Finis Ketiga, Perebutan Juara Tunggu di Valencia

Maklum, ia saat ini memimpin klasemen pembalap. Ia unggul 23 poin atas Quartararo setelah menang di Sepang.

Bagaimana peluangnya? Matematis, Pecco sudah mengunci gelar karena hanya memerlukan tiga poin. Namun pertarungan belum usai apabila belum melintasi garis finis artinya di Valencia ini jadi penentu.

Karena Quartararo pun belum tertutup sepenuhnya. Juara Dunia 2021 itu memang saat ini tertinggal 23 poin. Ia bisa juara dengan syarat, jika Bagnaia finish di posisi 15 atau lebih rendah. Jika masih finish di 14 besar Bagnaia tetap menyabet gelar dunia.

"Saat ini memenangi kejuaraan itu sangat sulit. Tentunya, saya akan mengerahkan 100 persen, tapi saya tidak akan terlalu stres memikirkan gelar juara dunia,’’ kata Quartararo tentang situasinya di Valencia.

‘’Ini adalah GP terakhir musim ini, dan saya ingin menikmatinya dan mengakhirinya dengan hasil yang baik,’’ tegasnya.

Baca Juga: Alex Rins Menangi GP Australia, Pecco Ambiil Alih Klasemen, dan Ini Dia Rookie of the Years...

Kondisi itu tentu menguntungkan Bagnaia. Bagaimanapun, Valencia kurang bersahabat dengan Quartararo, jadi peluang Bagnaia boleh dibilang lebih besar. Itu tanpa menengok spesifikasi motor.

"Sirkuit Ricardo Tormo adalah trek di mana kami cepat pada tahun lalu, dan di atas kertas, dia cocok dengan karakteristik motor kami,’’ kata Pecco

Dari performa pembalap melihat statistik akhir-akhir ini, Bagnaia memang lebih jago. Ia terus menorehkan rekor dan podium sejak jeda musim panas lalu.

Tengok, dari defisit 91 poin dari Quartararo, ia mampu melejit dan kini unggul 23 poin. Pembalap Italia bahkan memecahkan sejumlah rekor dan menjadi kandidat kuat menjadi Pembalap Ducati pertama yang meraih titel dalam 15 tahun terakhir.

Itu akan menegaskan dominasi pabrikan Italia tersebut yang telah merebut gelar konstruktor dan tim untuk musim ini.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X