Pasar Mobil Low Suv Diprediksi Akan Bersaing, Penjualan Toyota Raize Tinggi

- Jumat, 28 Mei 2021 | 17:19 WIB
TANYA JAWAB: (Dari kanan ke kiri) Herybertus Budi Marketing Division Head Nasmoco Group, Hartono Dinata Marketing Director, dan Idwan Wiatmojo Operational Manager, saat tanya jawab dengan awak media di Semarang. Foto: SMN/Diaz A Abidin (Eddy Tuhu)
TANYA JAWAB: (Dari kanan ke kiri) Herybertus Budi Marketing Division Head Nasmoco Group, Hartono Dinata Marketing Director, dan Idwan Wiatmojo Operational Manager, saat tanya jawab dengan awak media di Semarang. Foto: SMN/Diaz A Abidin (Eddy Tuhu)

SM Wawasan - Tren pasar mobil kelas Sport Utility Vehicle (SUV) disebut semakin naik hingga tiga kali lipat secara global. Di Indonesia khususnya, ke depan segmen mobil kelas low SUV akan semakin bersaing.

''Dalam Sepuluh tahun terakhir pasar SUV naik tiga kali lipat secara global. Nanti prediksinya di Indonesia akan bersaing mobil-mobil baru yang mengambil segmen low SUV,'' terang Herybertus Budi, Marketing Division Head Nasmoco Group, di sela-sela pameran mobil di Atrium Mall Paragon, Semarang, belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, Nasmoco memamerkan compact SUV Toyota Raize, yang telah diluncurkan PT Toyota-Astra Motor (TAM) 30 April 2021 lalu. Kehadiran ini mendapat apresiasi baik dari konsumen di Indonesia walau baru satu bulan peluncurannya.

''Responnya positif dari konsumen di tanah air. Hal itu terlihat pada pencapaian angka surat pemesanan kendaraan (SPK). Belum sebulan diperkenalkan, total surat pemesanan kendaraan (SPK) Raize sudah tembus 2.900 unit secara nasional.

Di Jawa Tengah-DI Yogyakarta total pemesanan Raize sudah mencapai 335 unit,'' jelas ujar Hartono Dinata, Marketing Director Nasmoco Group.

Bahkan, lanjut dia, konsumen yang belum mendapatkan pesanannya harus menunggu hingga tiga sampai empat bulan.

''Sebab Permintaan yang tinggi dan stok di diler belum sebanding.
''Antusiasmenya tinggi. Nasmoco bulan Mei baru bisa menyediakan 40-80 an unit,'' jelasnya.

 

PPNBM

Hartono menguraikan, bila program relaksasi pajak 0% atas Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) turut mempengaruhi penjualan. Sebab relaksasi pajak mulai bulan depan menjadi 50%. Sehingga pada bulan Mei banyak yang berbondong-bondong membeli kendaraan.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: SM Network

Tags

Terkini

X