Kekalahan The Minions Lebih Karena Mental daripada Teknis

- Kamis, 29 Juli 2021 | 23:37 WIB
Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo (Didik SP)
Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo (Didik SP)

TOKYO, suaramerdeka-wawasan.com - Kekalahan unggulan pertama ganda putra Bulutangkis, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, masih menjadi ganjalan dan perbincangan dikalangan bulutangkis Indonesia.
Seperti diketahui, Pasangan andalan Indonesia,

Marcus/Kevin harus angkat koper dari Olimpiade 2020 Tokyo, setelah dipaksa mengakui keunggulan lawannya, Aaron Chia/Soh Wooi Yik asal Malaysia di perempat final.

Keduanya kalah dengan skor 14-21, 17-21 oleh lawannya itu di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Kamis (29/7) siang.

Baca Juga: 'The Minions' Rontok, Tinggal Ahsan-Hendra yang Lolos ke Semifinal Olimpiade Tokyo 2020

Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, di situs resmi PP PBSI badmintonindoonesia.org menilai, kekalahan The Minions tadi sore bukan karena faktor teknis tapi lebih karena faktor beban dan tekanan yang berat pada pundaknya.

"Mereka tidak bisa keluar dari tekanan, dua-duanya jadi tegang dan pola mainnya, tidak bisa seperti biasanya," ungkap Herry saat dihubungi Tim Humas dan Media PP PBSI dari Jakarta.

"Mungkin terlalu berekspektasi atau bagaimana jadi mainnya kacau. Faktor servisnya difault terus juga ada sedikit. Faktor mereka tidak ada pertandingan, juga ada," lanjutnya.
Bahkan, Herry menilai kondisi ini mirip dengan yang mereka alami di Kejuaraan Dunia 2018 atau 2019.

Baca Juga: Kesal dengan Kekalahannya, Kevin Sanjaya Sempat Banting Raket dan Tolak Wawancara

Apa yang disampaikan Herry boleh jadi benar, karena sejak awal mereka sangat berambisi juara Olimpiade 2020.
"Mirip-mirip, tapi saya tidak sangka di Olimpiade ini permainannya sama sekali tidak keluar. Waktu Kejuaraan Dunia permainannya masih ok," tutur Herry.
Lebih lanjut, Herry mengatakan ada perbedaan antara Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra dalam menghadapi tekanan, tapi ini sebuah hal yang wajar mengingat Marcus/Kevin baru pertama kali ikut Olimpiade.
''Ini jadi pelajaran buat mereka. Ke depan saya harap mereka bisa lebih baik," tutup Herry.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Sumber: badminton indonesia

Tags

Terkini

X