Diwarnai Pertarungan Berdarah, Petinju Jateng Willis Boy Riripoy Raih Medali Emas Kelas 91 Kg PON XX Papua

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 22:10 WIB
Petinju Jateng Willis Boy Riripoy mengangkat tangannya usai wasit menyatakan sebagai pemenang dalam pertandingan fial kelas 91 Kg di Gor Cendrawasih, Jayapura, Rabu malam, 13 Oktober 2021. /Dok. Humas PB PON XX Papua/
Petinju Jateng Willis Boy Riripoy mengangkat tangannya usai wasit menyatakan sebagai pemenang dalam pertandingan fial kelas 91 Kg di Gor Cendrawasih, Jayapura, Rabu malam, 13 Oktober 2021. /Dok. Humas PB PON XX Papua/

JAYAPURA, suaramerdeka-wawasan.com - Dalam pertarungan berdarah-darah, petinju Jateng Willis Boy Riripoy akhirnya meraih medali emas PON XX Papua 2021.

Tampil di final kelas 91 Kg putra di GOR Cendrawasih, Jayapura, Rabu malam, 13 Oktober 2021, Willis berhasil mengalahkan petinju tuan rumah Papua, Erico Amanu Pujo dengan kemenangan angka 4-1.

Awalnya, dalam pertarungan keras itu, Willis sempat tampil dominan sehingga unggul dalam perolehan angka.

Baca Juga: Raih Medali Emas PON XX Papua di Nine Ball Single, Angeline Ingin Juara Lagi Nomor Ganda

Namun dalam pertarungan keras, di ronde ketiga sempat terjadi benturan kepala.

Akibat benturan itu, membuat pelipis Willis berdarah-darah, sehingga dilarikan ke rumah sakit.

Pertandingan pun dihentikan di ronde ketiga dalam kondisi Willis unggul 4-1, sehingga dinyatakan sebagai pemenang atas petinju tuan rumah Papua.

Baca Juga: Lho, Bayar Pajak Bisa Utang dan Dicicil! Ini Bisa Ditemui di Kabupaten Grobogan

Sesuai aturan Badan Tinju Amatir Dunia (AIBA), jika lebih dari dua ronde terjadi benturan kepala bukan karena pukulan, maka pertandingan dihentikan, dan hasilnya ditentukan berdasarkan perolehan nilai kedua petinju.

''Saat pertandingan dihentikan di ronde ketiga, Willis dalam posisi unggul 4-1. Akhirnya dia dinyatakan menang angka,'' kata Ketua Harian Pengprov Pertina Jateng, Dr Soedjatmiko, di GOR Jayapura, usai pertandingan.

Sayang, kemenangan Willis menuai protes keras dari kubu Papua yang tidak menerima petinjunya Erico Amanu Pujo kalah. Mereka bahkan sempat mengejar-ngeejar wasit dan hakim yang bertugas.

Saat ini suasana di GOR Cendrawasih pun masih berlangsung tegang. Sedang aparat keamanan berusaha mengendalikan situasi dengan mengamankan wasit/hakim ke Mapolda Papua yang berdekatan dengan GOR.

Kericuhan di cabor tinju ini merupakan yang kedua kali terjadi di PON XX Papua. Sebelumnya, pada Jumat lalu, 8 Oktober 2021 juga terjadi kericuhan.

Saat itu, kericuhan dipicu ketidakpuasan petinju DKI yang dinyatakan kalah saat melawan petinju NTT.

Petinju DKI itu tidak puas, lantaran merasa poinnya lebih banyak dibandingkan lawan.

Lalu, di luar ring petinju DKI itu meluapkan emosinya dengan menendang-nendang pagar pembatas dan papan sponsor dan baliho.

Akibatnya, kericuhan pun pecah antara petinju DKI dengan relawan dan panpel yang bertugas di venue cabor tinju.***

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X