Emma Raducanu Membuat sejarah di Final AS terbuka 2021

- Senin, 13 September 2021 | 01:06 WIB
Emma Raducanu (Twitter@USOpen)
Emma Raducanu (Twitter@USOpen)

NEW YORK,  suaramerdeka-wawasan.com – Petenis belia, Emma Raducanu, membuat sejarah di AS Terbuka. Petenis 18 tahun ini menjadi wanita Inggris pertama yang memenangkan gelar tunggal putri Grand Slam dalam lebih dari 40 tahun.

Remaja Inggris ini mengalahkan remaja lainnya, Leylah Fernandez, yang baru berusia  19 tahun dari Kanada dua set langsung, 6-4, 6-3 di final AS Terbuka yang digelar di Arthur Ashe, New York Minggu (12/9/2021).

Adalah Virginia Wade, petenis putri Inggris pertama yang memenangi gelar grandslam di Wimbledon pada tahun 1977. Wade juga satu-satunya petenis putri Inggris, selain raducanu, yang memenangkan gelar pertama dari tiga gelar tunggal Grand Slam di New York pada tahun 1968.

Baca Juga: Novak Djokovic Melaju ke Semi Final AS Terbuka, Berpeluang Sapu Bersih Grand Sla

Baca Juga: Petenis Belia Emma Raducanu Bakal Menghadapi Maria Sakkari di Semi Final US Open

Kemenangan itu juga sekaligus mengukuhkan Raducanu sebagai petenis kualifikasi pertama yang mampu melenggang ke partai puncak dan merebut gelar juara.

Hebatnya,  Raducanu tidak kehilangan satu set pun dalam 10 pertandingan yang dimainkannya di New York. Ini luar biasa mengingat yang dikalahkan sepanjang turnamen bukan petenis biasa.

Ini adalah tiga minggu yang sempurna dari Raducanu. Dia berhasil melewati tiga putaran kualifikasi tanpa kehilangan satu set pun, kemudian sama-sama murni dalam debutnya di babak utama AS Terbuka, di mana dia juga tidak kehilangan satu set pun dalam tujuh pertandingan.

Bahkan karena ini, dia menjadi petenis putri pertama yang memenangkan AS Terbuka tanpa kehilangan satu set pun sejak Serena Williams pada 2014.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X