DPR Mendesak Pemerintah untuk Melakukan Evakuasi WNI yang Berada di Afghanistan

- Rabu, 18 Agustus 2021 | 09:04 WIB
Ilustrasi ledakan bom di Afganistan. /PIXABAY/PDPhotos/
Ilustrasi ledakan bom di Afganistan. /PIXABAY/PDPhotos/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Kondisi Afghanistan hingga saat ini masih mencekam, khusus warga yang tinggal di Afghanistan.

Sejumlah negara, termasuk Indonesia berharap di Afghanistan tidak terjadi peperangan, hal ini menyusul adanya WNI yang berada di Afghanistan.

Nasib warga Negara Indonesia (WNA) yang ada di Afghanistan hingga saat ini juga belum diketahui kondisinya.

Baca Juga: Mobilitas Masyarakat Mulai Meningkat, Epidemiolog UI : Protokol Kesehatan Agar Tetap Dijalankan Secara Ketat

Pemerintah Indonesia diminta untuk mengambil sikap agar warga Indonesia yang berada di Afghanistan dalam kondisi aman.

Melihat kondisi Afghanistan usai Taliban merebut dan menguasai Kota Kabul pada 15 Agustus 2021, sejumlah negara pun melakukan evakuasi terhadap warganya seperti yang dilakukan AS dan Jerman beberapa waktu lalu.

Tidak hanya AS dan Jerman, legislator Indonesia pun turut mendorong pemerintah untuk segera mengevakuasi WNI yang berada di Afghanistan.

Baca Juga: Lagi, PPKM Level 4 Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 23 Agustus 2021, Luhut : Angka Kematian Masih Tinggi

Pasalnya, pasukan Taliban bersiaga di berbagai titik di Kota Kabul, termasuk di pos-pos pemeriksaan yang dulunya merupakan barikade polisi atau tentara Afghanistan.

Oleh karena itu, Anggota Komisi I DPR Farah Puteri Nahlia meminta pemerintah segera mengevakuasi WNI usai Taliban menduduki Kantor Kepresidenan Afghanistan karena keselamatan WNI adalah hal terpenting saat ini.

Dikutip SuaraMerdeka-Wawasan.com dari berita PIkiran-rakya.com berjudul ''Afghanistan Mencekam, Pemerintah Indonesia Didesak Legislator''.

“Segera evakuasi WNI di Afghanistan jika terjadi eskalasi keamanan di sana sebagai upaya perlindungan WNI di luar negeri. Lakukan monitoring dan koordinasi intensif dengan Duta Besar di Kabul untuk membuka posko evakuasi bagi WNI," katanya.

Ia menyebutkan bahwa sejumlah negara sudah mulai menarik warga negaranya dari Afganistan usai Taliban mengambil alih kekuasaan.

Oleh karena itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) perlu bertindak responsif terkait situasi di Afghanistan. Sebab, keselamatan WNI merupakan prioritas pemerintah.

Politisi dari F-PAN ini berharap konflik Afghanistan tidak berujung pertumpahan darah. Ia mengatakan jika Indonesia dan dunia internasional mengharapkan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan.

“Saya mengharapkan penyelesaian konflik tetap dilakukan dengan mengedepankan kepentingan rakyat Afghanistan dalam perdamaian dan melibatkan seluruh pihak internal di Afghanistan," katanya.

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari DPR RI, Rabu, 18 Agustus 2021, Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah mengatakan bahwa saat ini, masih ada WNI yang berada di Afghanistan, yaitu selain petugas kedutaan ada 15 orang WNI lain.

Teuku Faizasyah menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan rencana evakuasi melalui komunikasi dengan berbagai pihak terkait.

“Keselamatan WNI, termasuk Staf Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Kabul merupakan prioritas pemerintah Indonesia. Persiapan evakuasi terus dimatangkan, antara lain melalui komunikasi dengan berbagai pihak terkait di lapangan," katanya.

Namun, ia tidak menyebut tanggal pastinya dilakukan evakuasi, mengingat perkembangan di Afghanistan sangat dinamis.*** (Mutia Yuantisya/Pikiran-Rakyat.com)

 

Halaman:
1
2
3

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X